|
72
prestasi
karyawan
masing-masing).
Pembayaran
akan
memotivasi
karyawan,
jika
pembayaran tersebut sesuai dengan prestasi kerjanya.
3)
Bahan pertimbangan penempatan.
Promosi,
transfer dan demosi
biasanya didasarkan
pada
prestasi kerja
masa
lalu
atau antisipasinya.
Promosi sering merupakan bentuk
penghargaan
trehadapa
prestasi kerja masa lalu.
4)
Menetapkan kebutuhan latihan dan pengembangan.
Melalui penilaian pretasi kerja, perusahaan dapat menetapkan materi latihan
dan pengembangan.
5)
Membantu perencanaan dan pengembangan karir karyawan.
Umpan balik prestasi mengarahkan keputusan-keputusan karir, yaitu
tentang
jalur karir tertentu
6)
Dapat mengetahui kekurangan-kekurangan dalam proses penempatan staf.
Prestasi
kerja yang baik atau jelek
mencerminkan
kekuatan atau kelemahan
prosedur staffing.
7)
Dijadikan patokan dalam menganalisis informasi analisis jabatan.
Uraian
jabatan
belum
tentu
baik,
jadi
dengan
penilaian
prestasi
kerja,
perusahaan dapat menganalisis uraian jabatan yang telah disusun.
8)
Mendiagnosis kesalahan-kesalahan rancangan jabatan.
Prestasi
kerja
yang
jelek mungkin merupakan
pertanda
kesalahan
dalam
desain pekerjaan.
9)
Mencegah adanya diskriminasi.
Penilaian
prestasi
kerja secara
akurat
akan
menjamin
keputusan-keputusan
penempatan internal dapat diambil tanpa diskriminasi.
|