|
75
perundang-undangan,
organisasi
jasa
sukarelawan,
serikat
buruh,
asosiasi
profesional,
institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah (Wikipedia).
Selain
itu
perlu
diketahui
bahwa
konsep-konsep stratejik
yang
sudah lama
dimanfaatkan organisasi profit
dapat
diaplikasikan
di
dalam
organisasi
non
profit.
Pengaplikasian
tersebut,
diperuntukan
penyesuaian organisasi
non
profit
dengan
lingkungannya,
membuat
keputusan-keputusan efektif
secara
stratejik, menangani
perubahan-perubahan,
menciptakan keunggulan komparatif, dan meningkatkan peranan
kerjasama dengan organisasi profit. Akan tetapi, dalam pengaplikasiannya tetap memerlukan
adaptasi
dari karena organisasi
profit tidaklah
tepat
sama
dengan
organisasi non
profit.
Adaptasi
mematahkan
ungkapan
setiap
sesuatu
adalah
sama
dengan
dirinya
sendiri
(Mulyana, 2007).
Menurut
Mulyana (2007) pengaplikasian konsep stratejik
pada
organisasi non
profit
dilakukan dengan empat pedoman, yaitu :
1. Mengembangkan misi organisasi non profit secara jelas.
2. Mengidentifikasi publik sasaran.
3. Menciptakan
deskripsi
organisasi
non
profit
yang
mampu
mengkomunikasikan
misi
kepada publik.
4. Fokus menciptakan kepuasan publik sasaran.
Selanjutnya beberapa aktifitas
yang menempatkan organisasi non profit bekerjasama
secara menguntungkan dapat
dilakukan,
yaitu: membuat proyek bersama, menyelenggrakan
forum atau meja bundar dengan sponsor bersama untuk mengkaji isu-isu pokok, membentuk
koalisi aktif, mengembangkan
program pertukaran kerja antara organisasi
non
profit dengan
para
praktisi.
Pengaplikasian
konsep
stratejik
pada
organisasi
non
profit
memenuhi
kebutuhan desakan
untuk melibatkan diri dalam pemasaran kewirausahaan dan keterampilan
manajemen.
Pengaplikasian
tersebut,
membuahkan
hasil
pertumbuhan yang
pesat
penggunaan perencanaan stratejik yang memperluas wawasan manajemen pada istilah
|