|
79
Dan
di
dalam
penelitian
yang
dilakukan
oleh
Baird
dengan
judul Cognitive
Self-
Regulation
In
Youth
With
and
Without
Learning
Disabilities
: Academic
Self
Efficacy,
Theories of Intelligence, Learning Vs. Performance Goal Preferences, and
Effort Attribution menemukan bahwa seseo®ang dengan kemampuan belajar yang rendah
memiliki
nilai efikasi diri, teori intelegensi, tujuan akademis, dan usaha yang rendah pula.
Di
dalam
penelitian
ini
juga
ditemukan bahwa
teori
intelegensi
dan
efikasi
diri
terbukti
mempengaruhi
tujuan akademis
dan atribusi
kemampuan
dari
seseorang.
Selain
itu
juga
ditemukan
bahwa efikasi diri
memberikan
pengaruh
terhadap motivasi
belajar
dan
kinerja
(2009).
Selain itu di dalam
penelitian
yang berjudul Self-Efficacy
:
A Concept
Analysis
yang
dilakukan
oleh Zulkosky
yang
menjelaskan secara
mendalam
mengenai konsep efikasi
diri
menjelaskan
bahwa
efikasi
diri
mempengaruhi bagaimana seseorang
berpikir,
merasa,
memotivasi dirinya sendiri dan bagaimana seseorang bertindak (2009).
Ditambah lagi sampai
saat ini 9 meta-analisis
skala besar (gabungan dari berbagai analisis
yang meneliti satu
variabel sama
dengan responden dalam skala
besar bahkan sampai ribuan) secara konsisten
menunjukkan bahwa efikasi memberikan
kontribusi pada tingkat motivasi dan kinerja secara
signifikan (Luthans, 2006, p337).
Dan
di
dalam
penelitian berjudul Pengaruh motivasi dan disiplin kerja
terhadap
prestasi
kerja
pegawai
CPP
network
di
Magelang
yang
dilakukan
oleh
Wiyono
dimana
penelitian
ini
menitikberatkan
pada
jenis
penelitian
penjelasan yang
artinya
menyoroti
pengaruh
variabel-variabel
yang
diteliti
dan
menguji
hipotesa
yang dirumuskan.
Sedangkan
datanya di peroleh dari responden yang merupakan karyawan / pegawai di CPP
Network
dengan jabatan sebagai programmer dan station manajer yang berjumlah 38
responden dari seluruh popuplasi yang berjumlah 60 orang.
Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui pengaruh motivasi dan
disiplin
kerja
terhadap prestasi
kerja pegawai di CPP network. Hubungan
variabel-variabel tersebut dapat
|