|
26
c. Jangan hanya
menjual produk berharga murah namun merugikan konsumen,
karena
hal
ini
berdampak
buruk
pada
perkemba
'
ngan bisnis
peritel
pada
umumnya,
sederhananya, misalnya
konsumen
membeli
dari hypermarket
A
produk
private
label-nya
dan ternyata mengecewakan,
bisa
saja
ia memutuskan
untuk
tidak
membeli di
hypermarket tersebut.
d. Mengatur
dengan
baik ketersediaan
barang, sehingga
tidak
akan dianggap
sebagai produk
yang
hanya
muncul
mendadak
hilang, buatlah
konsumen
memiliki
ketergantungan
pada
produk private
label
yang
dibuat, jadi,
stock
produk
harus
selalu
terpenuhi.
2.
National Brand
(NB) :
a.
Pangsa
pasar yang makin
berkurang
dengan
adanya
private
label,
bisa
disiasati
dengan
membuat
"bonus"
tanpa
biaya
tambahan
ke
konsumen, misalnya
melakukan
desain
ulang
kemasan
menjadi
lebih
menarik
dengan
bonus isi
25%
lebih
banyak
tanpa
penambahan harga
dan
sejenisnya.
b.
Meluncurkan
merek
baru dengan
harga yang sama
dengan
produk
private
label,
hal ini
memberikan
altenatif konsumen untuk memilih disamping
produk private label
itu
sendiri.
c. Tetap memberikan promosi kepada peritel dengan menempatkan sales
promotion
yang
bisa
mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih.
3.
Konsumen :
a. Kalau harga
adalah
pertimbangan serius, private labelmemang
pilihan yang
tepat,
tapi,
yakinkan
dulu bahwa
private label
yang anda beli
aman
dikonsumsi, memiliki
|