|
14
ii.
Ketika ketersediaan
distributor
yang
berkualitas
begitu
terbatas untuk menawarkan keunggulan kompetitif bagi
perusahaan-perusahaan yang melakukan integrasi ke depan,
iii.
Ketika
sebuah
organisasi
berkomitmen
di
industri
yang
tengah
tumbuh
dan
diharapkan
akan terus
berkembang
pesat;
ini
menjadi
sebuah faktor
karena
integrasi
ke
depan
mengurangi
kemampuan organisasi
untuk
mendiversifikasi
industri dasarnya,
iv.
Ketika
sebuah
organisasi
memiliki
baik
modal
maupun
sumber daya manusia
yang dibutuhkan untuk mengelola
bisnis baru pendistribusian produk-produknya sendiri,
v.
Ketika
keuntungan dari produksi yang stabil sangat tinggi; ini
menjadi
pertimbangan karena organiasai dapat
meningkatkan kemampuan memprediksi permintaan untuk
outputnya melalui integrasi ke depan,
vi.
Ketika distribusi atau
paritel
yang ada saat ini memiliki
margin laba yang tinggi, situasi ini menyiratkan bahwa
sebuah
perusahaan
dapat
mendistribusikan
produknya
sendiri
secara
menguntungkan
dan menetapan
harganya
secara kompetitif melalui integrasi ke depan.
b.
Integrasi ke Belakang
Integrasi ke Belakang (backward
Integration) adalah sebuah strategi
yang mengupayakan
kepemilikan atau
kendali
yang
lebih besar atas
|