Home Start Back Next End
  
36
kaitannya dengan
kebiasaan, gaya
hidup, manfaat, atribut produk, geografis, harga,
pesaing, selebritis, dan lain-lain yang akan berpengaruh pada keputusan pembelian.
2.4.1 Atribut-atribut B®and Association
Aaker (Durianto, 2004,
p9-15) menyatakan bahwa atribut-atribut
dari brand
association adalah sebagai berikut:
1.   Perceived value (nilai yang dirasakan pelanggan)
Salah satu peranan
brand identity adalah membentuk value proposition yang
biasanya  melibatkan  manfaat  fungsional  yang  merupakan  dasar  bagi  merek
dalam
hampir
semua
kelas
produk.
Jika
merek tidak
menghasilkan value,
biasanya
mudah
diserang oleh
pesaing.
Ukuran
nilai
menghasilkan
indikator
tentang  sukses  suatu  merek  dalam  menciptakan  value
proposition. Dengan
berfokus pada nilai lebih manfaat fungsional, suatu pengukuran dapat
diaplikasikan
pada
berbagai
kelas
produk.
Brand
value
dapat
diukur
dengan
memperhatikan
suatu
merek
membuktikan bahwa
nilainya
sesuai dengan
uang
yang
dikeluarkan
konsumen, apakah ada alasan untuk
memilih
merek
ini
dibandingkan merek yang lain.
Hal ini penting dalam persepsi nilai adalah bahwa konsep ini berbeda dengan
persepsi kualitas (perceived quality), persepsi nilai dalam beberapa konteks diartikan
sebagai
persepsi
kualitas
dibagi
harga.
Beberapa
bukti
dari
studi
Total
Research
berdasarkan
data
Equitrend mereka
menunjukan
bahwa
rata-rata
perceived
quality
menerangkan
80%
variasi
dalam
perceived
value.
Dan
untuk
kebanyakan
merek,
perceived quality
merupakan
alat
prediksi
sejarah
penjualan
yang
lebih
baik
dibandingkan
nilai.
Perceived quality (se©ara
umum)
berhubungan
dengan
prestise
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter