![]() 7
bicara ataupun pihak ketiga yang dibicarakan. Sejalan dengan hal ini, Hirabayashi dan
Hama (1992, hal. 5)
menyatakan bahwa keigo
adalah ragam bahasa hormat yang
digunakan
untuk menghaluskan bahasa yang dipakai orang pertama (penutur
atau
penulis) untuk menghormati orang kedua (lawan bicara atau pembaca) dan orang ketiga
(pihak yang dibicarakan).
Jadi, yang dipertimbangkan dalam penggunaan keigo
adalah
konteks tuturan termasuk orang pertama, orang kedua dan orang ketiga.
Keigo
dibagi menjadi tiga bagian
besar. Tsujimura (1991, hal.
7) membagi keigo
menjadi tiga bagian, yaitu sonkeigo, kenjougo
dan teineigo. Bunka Shingikai
mengeluarkan pedoman pembagian keigo terbaru dalam lima jenis yang tertuang dalam
????? (Keigo no Shishin; Pedoman Keigo).
??
3????? Pembagian 3 jenis
5????? Pembagian 5 jenis
1.??? Sonkeigo
??? Sonkeigo
2.??? Kenjougo
???I Kenjougo I
??? II(???) Kenjougo II (Teichougo)
3.??? Teineigo
??? Teineigo
??? Bikago
Tabel 2.1 Perbandingan Sistem Pembagian Keigo dalam Tiga Jenis dan Lima Jenis
(sumber: Aoki, Keigo no Shishin, 2007)
Sonkeigo
dan kenjougo
dapat berbentuk kelas kata verba, kelas kata nomina berupa
nomina khusus untuk memanggil orang seperti ??, ??, dapat juga berbentuk prefiks
atau sufiks seperi akhiran ~?? (Hirabayashi dan Hama, 1992, hal. 6-14)
|