Home Start Back Next End
  
19
Dan sejak tahun 1970an di saat mulai banyak munculnya transportasi seperti
becak yang ditulis dengan huruf-huruf hias. Dan saat krisis moneter mulai
merajalela dan banyak pekerja yang di PHK, muncullah banyak pedagang kaki
lima (PKL) yang bertahan hidup dengan membuka usaha di pinggir-pinggir
jalan. 
Keunikan dan keragaman tipografi vernakular tersebut terbentuk akibat hasil
dari sudut pandang pemikiran PKL dan sikap hidup, norma dan nilai-nilai
kehidupan PKL sebagai kaum urban yang berjiwa bebas, kausalitas tidak terikat
aturan formal, senang menghias, suka meniru, lugas, sederhana dan naif, bebas
dalam memilih atau
menentukan gaya tulisan, bebas dalam mengolah gagasan,
yang diperoleh dari lingkungan sehari-hari, dan dipengaruhi budaya populer.
Oleh karena itu
pemikiran ini mengakibatkan visual tipografi vernakular
sifatnya luwes dan dinamis karena menerima perubahan segala sesuatu yang
menjadi tren dengan cepat. Sifatnya yang senang meniru, dipengaruhi oleh
lingkungan, lokalitas habitat kebiasaan hidup sehari-hari (pengaruh budaya
asal/budaya bawaan) dan huruf yang dipengaruhi panutan.
Pengaruh lain yang menyebabkan keragaman adalah perbedaan cara pembuatan
tipografi vernakular yang terkait dalam Sejarah (era tulisan tangan, era sablon,
era digital) yang ketiganya masih dipergunakan hingga kini, hanya saja untuk
kasus warung tenda di Jakarta sudah jarang ditemukan yang membuat huruf
dengan tulisan tangan, lebih banyak sablon dan cetak digital. Salah satu ciri dari
tipografi vernakular yang diwariskan sejarah juga adalah penggunaan huruf
kapital yang cenderung lebih banyak dipakai sebagai identitas.
Sifat tipografi vernakular yang kasual dan tidak terikat aturan formalitas
menyebabkan cara mengungkap huruf bebas, mengolah gagasan bisa dari apa
saja, dengan memanfaatkan gagasan dan benda yang ada di lingkungan sehari-
hari.
Gambar 2.32. Diagram 3 hal yang mempengaruhi tipografi vernakular 
(Sumber : Dra. Naomi Haswanto, MSn.).
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter