![]() 22
Masalah sistem kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit
jantung.
Masalah sistem musculoskeletal
(otot dan rangka), seperti sakit kepala
dan sakit punggung.
Masalah sistem gastrointestinal (perut), seperti diare dan sembelit.
2.
Masalah Psikologis. Tingkat stres tinggi mungkin disertai dengan kemarahan,
kecemasan, depresi, gelisah, cepat marah, tegang, dan bosan. Sebuah studi
menemukan bahwa dampak stres yang paling kuat adalah pada tindakan
agresif, seperti sabotase, agresi antar-pribadi, permusuhan, dan keluhan. Jenis
masalah psikologis tersebut relevan dengan kinerja yang buruk, penghargaan
diri yang rendah, benci pada pengawasan, ketidakmampuan untuk
berkonsentrasi dan membuat keputusan, dan ketidakpuasan kerja.
3.
Masalah Perilaku. Perilaku langsung yang menyertai tingkat stres yang tinggi
mencakup makan sedikit atau perubahan makan berlebihan, tidak dapat tidur,
merokok dan minum, dan penyalahgunaan obat-obatan.
II.1.4.3 Faktor-Faktor Penyebab Stres Kerja
Dalam penelitian Analisis Stres Kerja Karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia
(PERSERO) Tbk Cabang Bogor yang ditulis oleh Siti Rahmawati
(Jurnal
Manajemen, 2009:115), menyebutkan bahwa stres kerja disebabkan oleh faktor-
faktor penyebab stres kerja (Stressor) baik dari dalam pekerjaan maupun dari luar
pekerjaan. Faktor-faktor penyebab stres kerja dari dalam pekerjaan itu sendiri
mencakup tuntutan tugas, tuntutan peran, tuntutan hubungan antarpribadi, struktur
organisasi, kepemimpinan organisasi, dan tahap hidup organisasi.
|