31
3.
Kesempatan atau promosi. Karyawan memiliki kesempatan untuk
mengembangkan diri dan memperluas pengalaman kerja, dengan terbukanya
kesempatan untuk kenaikan jabatan.
4.
Supervisor. Kemampuan supervisor untuk menyediakan bantuan teknis dan
perilaku dukungan. Hubungan fungsional dan hubungan keseluruhan yang
positif memberikan tingkat kepuasan kerja yang paling besar dengan atasan.
Hubungan fungsional mencerminkan sejauh mana atasan membantu tenaga
kerja untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja.
Hubungan keseluruhan didasarkan pada ketertarikan antar pribadi yang
mencerminkan sikap dasar dan nilai-nilai yang serupa. Tingkat kepuasan
kerja yang paling besar dengan atasan adalah jika kedua hubungan adalah
positif.
5.
Rekan kerja. Kebutuhan dasar manusia untuk melakukan hubungan sosial
akan terpenuhi dengan adanya rekan kerja yang mendukung karyawan. Jika
terjadi konflik dengan rekan kerja, maka akan berpengaruh pada tingkat
kepuasan karyawan terhadap pekerjaan.
6.
Kondisi kerja. Bekerja dalam ruangan kerja yang sempit, panas, yang cahaya
lampunya menyilaukan mata, kondisi yang tidak mengenakkan akan
menimbulkan keengganan untuk bekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu
menyediakan ruang kerja yang membuat karyawannya merasa nyaman untuk
menyelesaikan tugas-tugasnya. Secara otomatis, karyawan akan merasa puas
apabila mendapatkan kondisi kerja yang baik.
Dari faktor-faktor tersebut dapat diperoleh indikator-indikator dari variabel
kepuasan kerja yaitu sebagai berikut :
1.
Indikator dari sub variabel pekerjaan itu sendiri :
|