|
13
dengan aturan
aturan dan prinsip operational kongkret dan dalam
bentuk lain pemikiran operasional formal. Dalam tahap praoperasional,
pemikiran masih kacau dan tidak terorganisir dengan baik. Pemikiran
praoperasional adalah awal dari kemampuan untuk merekonstruksi pada
level pemikiran apa yang telah ditetapkan dalam tingkah laku.
Pemikiran praoperasional juga mencangkup transisi dari penggunaan
simbol-
simbol primitive kepada yang lebih maju (Santrock, 1998).
Secara garis besarnya pemikiran praoperasional
dapat dibagi ke dalam
dua subtahap, yaitu subtahap prakonseptual
dan subtahap pemikiran
intuitif (Heterington & Parke. 1979; Seifert & Hoffnung, 1994).
Pratahap Prakonseptual
Subtahap prakonseptual disebut juga dengan pemikiran
simbolik, karena karakteristik utama subtahap ini ditandai dengan
munculnya sistem
sistem lambang atau simbol, seperti bahasa.
Subtahap prakonseptual merupakan subtahap pemikiran
praoperasional yang terjadi kira
kira antara usia 2 hingga 4
tahun. Pada subtahap ini anak
anak mengembangkan
kemampuan untuk menggambarkan atau membayangkan secara
mental suatu objek yang tidak ada (tidak terlihat) dengan sesuatu
yang lain.
Kemunculan pemikiran simbolis pada subtahap
praoperasional ini dianggap sebagai pencapaian kognitif yang
paling
penting. Melalui pemikiran simbolis, anak
anak
prasekolah dapat menggorganisir dan memperoses apa yang
mereka ketahui. Anak akan dapat dengan mudah mengingat
kembali dan membandingkan objek
objek dan pengalaman
pengalaman yang telah diperolehnya jika objek dan pengalaman
tersebut mempunyai nama dan konsep yang dapat
menggambarkan karakteristiknya. Simbol juga dapat membantu
anak
anak mengkomunikasikan dengan orang lain tentang apa
|