![]() 11
Pengembangan Produk (Product Development)
Bagian ini sangat penting artinya bagi perusahaan-perusahaan yang ada pada
kelompok industri inovatif. Pada industri inovatif, jumlah produk baru yang
diluncurkan tiap tahun bisa cukup banyak. Siklus hidup produk (product life cycle)
pada industri
ini biasanya sangat pendek. Beberapa industri yang termasuk dalam
klasifikasi ini adalah garmen, komputer, elektronik (misalnya camcorder dan digital
camera), industri pengepakan (packaging), dan sebagainya.
Bagian Pembelian (Procurement)
Secara tradisional bagian pengadaan atau pembelian dianggap bagian yang kurang
strategis. Bagian ini sering hanya diasosiasikan dengan kegiatan-kegiatan administrasi
(klerikal) seperti meminta penawaran dari supplier
(Request for Quotation, RFQ),
mencetak purchase order (PO), mengirimkan PO ke supplier, dan sebagainya.
Dewasa ini anggapan tersebut sudah sangat banyak berubah. Bagian pembelian
semakin dianggap strategis oleh banyak perusahaan besar maupun kecil di dunia. Ini
dikarenakan bagian ini punya potensi untuk menciptakan daya saing perusahaan
ataupun supply chain,
bukan hanya dari perannya dalam mendapatkan bahan baku
dengan harga murah, tetapi juga dalam upaya meningkatkan time to market
(dalam
perancangan produk baru), meningkatkan kualitas produk (dengan bekerjasama
dengan supplier
untuk menjalankan program-program kualitas), dan meningkatkan
responsiveness
(dengan memilih supplier-supplier
yang bukan hanya murah, tetapi
juga responsif).
Perencanaan dan Pengendalian (Planning and Control)
Perencanaan dan pengendalian dalam supply chain
memainkan peranan yang
sangat vital. Bagian inilah yang banyak bertugas untuk menciptakan koordinasi taktis
maupun operasional sehingga kegiatan produksi, pengadaan material, maupun
pengiriman produk bisa dilakukan dengan efisien dan tepat waktu. Dengan
banyaknya perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara global dan memiliki
pabrik di beberapa tempat, koordinasi rencana produksi menjadi sangat penting.
Dalam cakupan planning and control ini berbagai keputusan yang berkaitan
dengan persediaan (inventory) juga harus dibuat. Selain keputusan yang bersifat
tradisional seperti beberapa tingkat persediaan pengaman (safety stock) dan berapa
reorder point untuk setiap jenis item atau stock keeping unit
(SKU), manajer juga
|