Start Back Next End
  
12
dituntut untuk bisa menentukan dimana persedian harus disimpan, dalam bentuk apa
sebaiknya disimpan (apakah lebih banyak dalam bentuk produk akhir atau dalam
bentuk bahan baku), serta siapa seharusnya memiliki tanggung jawab dalam
pengelolaan persediaan.
Operasi / Produksi
Bagian ini bertugas secara fisik melakukan transformasi dari bahan baku, bahan
setengah jadi, atau komponen menjadi produk jadi. Kegiatan produksi dalam konteks
supply chain tidak harus dilakukan di dalam perusahaan.
Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang melakukan outsourcing, yakni
memindahkan kegiatan produksi ke pihak subkontraktor. Perusahaan kemudian
berkonsentrasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang memang menjadi core
competency mereka. Dengan demikian, produktivitas tenaga kerja dan sumber daya
lainnya akan bisa ditingkatkan karena semua pihak akan berkonsentrasi pada
kompetensi mereka masing-masing.
Pengiriman / Distribusi
Pada saat produk sudah selesai diproduksi, tugas berikutnya dalam lingkup supply
chain adalah mengirim produk tersebut agar sampai di tangan pelanggan pada waktu
dan tempat yang tepat. Pengiriman produk ke pelanggan atau pemakai akhir tentunya
melibatkan kegiatan transportasi. Aktivitas pengiriman ini bisa dilakukan sendiri
oleh perusahaan atau dengan menyerahkannya ke perusahaan jasa transportasi.
Dalam cakupan kegiatan distribusi, perusahaan harus bisa merancang jaringan
distribusi yang tepat. Keputusan tentang perancangan jaringan distribusi harus
mempertimbangkan tradeoff
antara aspek biaya, aspek fleksibilitas, dan aspek
kecepatan respon terhadap pelanggan.
2.2.4
Manfaat Supply Chain Management
Banyak manfaat yang bisa di dapat jika kita mengaplikasikan Supply Chain
Management
pada proses bisnis kita. Beberapa manfaat tersebut adalah (O’Brien. 2008.
p334):
Pemrosesan yang lebih cepat dan akurat. 
Pengurangan tingkat persediaan
Waktu yang lebih cepat untuk mencapai pasar
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter