|
9
2.2.1.1 Rangkuman Sejarah Kopi Indonesia
1.
Kopi masuk ke Indonesia pada tahun 1969 masa penjajahan belanda,
oleh gubernur belanda di Batavia (Jakarta). Bibit pertama yang di
tanam kopi Arabika namun gagal karena banjir.
2.
Bibit kedua ditanam lagi di Batavia dan tumbuh.
3.
Tahun 1711 eksport kopi pertama dari Java ke Belanda oleh
pemerintah VOC selama 10 tahun eksport meningkat sebanyak 60
ton/tahun.
4.
Indonesia daerah pertama di luar Arab dan Ethiophia untuk di
budidayakan.
5.
1725-1780 VOC monopoli perdagangan Indonesia.
6.
Harga penjualan kopi tahun 1700 di Amsterdam sekitar
3 gulden/kg.
Menurun di tahun 1800 menjadi 0,6 gulden/kg. Kebiasan minum kopi
menyebar dari kaum elit ke kaum biasa.
7.
Kopi di perdagangkan ke Eropa melalui pelabuhan Sunda Kelapa.
8.
Cultuurstelse
(sistem penanaman) teori produksi perkebunan eksport
yang menghasilkan uang tunai bagi masyarakat desa untuk membayar
pajak. keuntungan bagi pemerintah VOC dan kerugian bagi para
petani Indonesia.
9.
Tahun 1970 VOC memperluas kebun kopi Arabica ke Sumatra, Bali,
Sulawesi dan Timor. Sulawesi pada tahun 1750. Sumatra Utara dekat
danau toba tahun 1750. Aceh di dataran tinggi Gayo dekat danau Laut
Tawar tahun 1924.
10. Tahun 1876 perkebuna kopi besar Ijen Plateau Jawa Timur terserang
penyakit karat daun.
11. Tahun 1900 Robusta masuk ke Jawa Timur sebagai pengganti
terutama pada masa penyakit hama karat daun.
2.2.2
Industri Kopi Indonesia
Indonesia merupakan negara produsen kopi ketiga terbesar dunia setelah
Brazil dan Vietnam
ditahun 2012.
Dari total produksi, sekitar 67% kopinya
diekspor sedangkan sisanya (33%) untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri.
Tingkat konsumsi kopi dalam negeri berdasarkan hasil survei LPEM UI
tahun 1989 adalah sebesar 500 gram/kapita/tahun.
Dewasa ini kalangan
|