|
11
2.2.2.2 Pola Konsumsi Kopi
Ditilik dari sejarah perkembangan kopi di Indonesia, sejak kopi
menjadi salah satu komoditi andalan Pemerintah Hindia Belanda pada
awal tahun 1900an, kopi-kopi yang dihasilkan oleh perkebunan yang
dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda hampir semuanya diekspor.
Kopi-kopi yang berkualitas rendah dan tidak laku dieksporlah yang dijual
atau diberikan kepada rakyat dan buruh kebun untuk dijadikan
minuman. Selera minum kopi dari bahan kopi yang berkualitas rendah
ini terbawa secara turun temurun hingga sekarang dan bahkan dibeberapa
daerah khususnya di Jawa, kopinya dicampur dengan beras atau jagung
(dikenal dengan kopi jitu = kopi siji jagung pitu).
AEKI-AICE, Pola Konsumsi Kopi,
diakses 12 Maret 2013 dari
2.2.2.3 Struktur Industri Indonesia
Secara garis besar industri kopi Indonesia
dapat digolongkan
kedalam 3 Kelompok, yaitu:
1.
Industri kopi olahan kelas kecil (Home Industry)
Industri yang tergolong dalam kelompok ini adalah industri
yang bersifat rumah tangga (Home Industry) dimana tenaga
kerjanya adalah anggota keluarga dengan melibatkan satu atau
beberapa karyawan.
Produknya dipasarkan di warung atau
pasar yang ada disekitarnya dengan brand name atau tanpa
brand name.
Industri yang tergolong pada kelompok ini pada
umumnya tidak terdaftar di Dinas Perindustrian maupun di
Dinas POM.
Industri pada kelompok ini tersebar di seluruh
daerah penghasil kopi.
2.
Industri kopi olahan kelas menengah
Industri kopi yang tergolong pada kelompok ini merupakan
industri pengolahan kopi yang menghasilkan kopi bubuk atau
produk kopi olahan lainnya seperti minuman kopi yang
produknya dipasarkan di wilayah Kecamatan atau Kabupaten
tempat produk tersebut dihasilkan.
Produknya dalam bentuk
|