![]() 17
terutama untuk analisis data kondisi terirotial, finansial, operasional, serta yang bersifat
strategis, seperti pembuatan indikator kinerja. Demikian pula content management berfungsi
untuk mengelola informasi organisasi baik
terstruktur (database) maupun tidak terstruktur
(dokumen, laporan, notulen) dapat mendukung proses kombinasi ini.
Internalisasi
Semua dokumen data, informasi dan knowledge
yang sudah didokumentasikan dapat
dibaca oleh orang lain. Pada proses inilah terjadi peningkatan knowledge
sumber daya
manusia. Sumber-sumber explicit knowledge
dapat diperoleh melalui media internet
(database), surat edaran/surat keputusan, papan pengumuman dan internet serta media massa
sebagai sumber eksternal. Untuk dapat mendukung proses ini, sistem perlu memiliki alat
bantu pencarian dan pengambilan keputusan. Content management, selain mendukung proses
kombinasi, juga dapat memfasilitasi proses internalisasi. Pemicu untuk proses ini adalah
penerapan learning by doing fitur-fitur yang terdapat pada fungsi learning
akan sangat
membantu terlaksananya proses ini. Di samping
itu, diklat
(training and development) dapat
mengubah
berbagai pelajaran
tertulis (explicit knowledge) menjadi tacit knowledge
para
anggota.
Penerapan KM
ini, tidak hanya didukung oleh SDM yang berkualitas (memiliki
informasi, pengalaman dan keahlian yang dibutuhkan), tetapi juga budaya berbagai
knowledge.
2.8
Sifat KM Multidisipliner
Menurut Dalkir (2011, 21), manajemen pengetahuan mengacu pada sebagian besar
bidang beragam seperti :
Ilmu organisasi.
Ilmu kognitif.
|