|
19
Menurut Jennex (2005), KM memungkinkan organisasi untuk :
Mengidentifikasi pengetahuan kritis.
Memperoleh pengetahuan kritis dalam basis pengetahuan atau knowledge organisasi.
Membagi pengetahuan yang disimpan.
Menerapkan pengetahuan untuk situasi yang tepat.
Menentukan efektivitas dalam menggunakan pengetahuan terapan.
Menyesuaikan penggunaan pengetahuan untuk meningkatkan efektivitas.
Menurut Dalkir (2011: 4), KM bertujuan untuk:
Meminimalisir terjadinya kehilangan knowledge
yang dialami organisasi akibat
anggota berhenti.
Identifikasi sumber daya dan perusahaan penting yang dimiliki organisasi.
Membangun sebuah toolkit
yang dapat digunakan oleh individu, kelompok, dan
organisasi untuk mengurangi kehilangan modal intelektual yang potensial.
2.10
Kriteria Keberhasilan Implementasi KM
Menurut Tobing (2007: 137), kunci sukses dari KM adalah knowledge sharing, karena
melalui knowledge sharing terjadi peningkatan value dari knowledge yang dimiliki organisasi.
Seseorang yang melakukan knowledge sharing
tidak akan kehilangan knowledge miliknya,
tetapi justru melipat gandakan nilai dari knowledge tersebut apabila sudah dimanfaatkan oleh
banyak orang. Budaya berbagi pengetahuan merupakan fondasi bagi proses belajar di mana
proses belajar memperluas inovasi dan dengan inovasi organisasi dapat tumbuh dan bertahan.
Menurut Tobing (2007: 137)
elemen-elemen penting budaya knowledge sharing
terdiri dari beberapa hal, yaitu:
Keterlibatan pemimpin memberi keteladanan serta monitoring.
Membangun kepercayaan dan keterbukaan.
Mempromosikan knowledge sharing dan kolaborasi.
|