|
38
f.
Bagaimana memulai SCRUM Project?
Sebelum memulai sebuah SCRUM
project
dibutuhkan fase
perencanaan awal. Pada fase ini SCRUM
Team
harus membuat
arsitektur proyek dan chief architect yang bertanggung jawab sebagai
arsitek utama proyek.
Selama proyek berjalan arsitektur yang dibuat dapat berubah,
namun SCRUM
Team
memerlukan sebuah rencana awal, sebuah
arsitektur dan seorang chief architect
untuk memulai proyek. Peran
chief architect
adalah terus mengingatkan visi dari proyek yang
sedang berlangsung berdasarkan arsitektur yang telah disepakati di
awal dan memastikan konsistensi visi tersebut dalam setiap fase
pengembangan.
Faktor penting dalam mengimplementasikan SCRUM dengan sukses:
1.
Karakter personal dari Product Owner, SCRUM
Master dan
Team Member berpengaruh terhadap reaksi dan keputusan yang
diambil saat kemampuan tim tidak memenuhi kebutuhan proyek.
2.
Karakteristik dari User Stories
(requirement) yang dituangkan
dalam siklus Sprint dan kemudian diimplementasikan sebagai
produk untuk stakeholder.
3.
Proyek membutuhkan kompetensi dari tim, bisa jadi tim tidak
memiliki semua skill yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
proyek.
4.
Otonomi tim, tim memiliki kebebasan dan independen dalam
membuat keputusan yang berkaitan dengan proyek seperti tools
atau teknologi yang digunakan, membuat goal, menangani
perubahan user requirement dan memilih personil dalam tim.
5.
Keberagaman dalam tim, keberagaman dalam tim berupa skill,
area keahlian, pengalaman kerja, dan fungsi dari anggotanya.
6.
Respon tim terhadap penambahan atau ekstensi dari
requirement, seberapa jauh tim melayani perubahan requirement
dalam lingkup sistem, input data, ouput data, aturan atau proses
bisnis, struktur data, dan user interface.
|