Home Start Back Next End
  
33
Gambar 2.9  Vertical Louver (bisa diputar arahnya)
Sumber : Egan, Concept in Thermal Comfort, 1975
NB
: Pada gambar 2.8
dan gambar 2.9
paling efektif digunakan pada bidang
bangunan yang menghadap Timur-Barat. Berfungsi juga sebagai ‘Windbreak’,
penting untuk daerah yang mempunyai ‘banyak’ angin.
Efektifitas pelindung matahari dinilai dengan angka shading coefficient (S.C)
yang menunjukkan besar energi matahari yang ditransmisikan ke dalam bangunan.
Secara teori angka yang ditunjukkan berada pada angka 1,0 (seluruh energi matahari
ditransmisikan, misalnya: penggunaan kaca jendela tanpa pelindung) sampai 0 (tidak
ada energi matahari yang ditranmisikan).
Tabel 2.3  Shading Coeficient untuk Elemen Arsitektur
No.
Elemen Pelindung
Shading Coefficient
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Elemen Arsitektur (eksternal)
Egg-Crate
Panel atau Awning (warna muda)
Horizontal Louver Overhang
Horizontal Louver Screen
Cantilever
Vertical Louver (permanen)
Vertical Louver (Movable)
0,10
0,15
0,20
0,60 – 0,10
0,25
0,30
0,15-0,10
Sumber : Concept In The Thermal Comfort, M. David Egan
3.  Elemen Lansekap
a.  Vegetasi
Di samping elemen arsitektur, elemen lansekap seperti pohon dan vegetasi
juga dapat digunakan sebagai pelindung terhadap radiasi matahari. Keberadaan
pohon secara langsung/tidak langsung akan menurunkan suhu udara di sekitarnya,
karena radiasi matahari akan diserap oleh daun untuk proses fotosintesa dan
penguapan. Efek bayangan oleh vegetasi akan menghalangi pemanasan permukaan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter