|
31
komputer.
Informasi
yang
dipertukarkan dalam
EDI
pada
umumnya
berbentuk
dokumen
bisnis
tertentu
(misalnya: pemintaan pembelian,
surat
tagihan,
dll.)
yang
sebelumnya dokumen-dokumen
ini
harus
dikirimkan secara
manual
melalui
pos
atau
faksimili. Dalam sejarah, sebuah perusahaan beralih dari
metode tradisional ke sistem
EDI
karena dengan
menerapkan
EDI
maka waktu transaksi dan biaya transaksi dapat
diturunkan,
tetapi
untuk
mengimplenentasikan
EDI
harus
dikeluarkan
biaya
untuk
instalasi peralatan dan biaya sewa jaringan.
Pada mulanya pertukaran data elektronik ini
hanya dapat diakukan oleh dua buah
perusahaan
dengan
format
data
yang
telah
disetujui
sebelumnya oleh
kedua
belah
pihak.
Sangat
sulit
untuk
suatu
perusahaan melakukan pertukaran
data
elektronik
dengan
beberapa
perusahaan sekaligus
karena
tiap-tiap
perusahaan memiliki
format
data
yang
berbeda.
Oleh
karena
itu
dikembangkan
suatu
standar
untuk
EDI
yang
dapat diterima secara internasional.
Pada
tahun
1960-an
sebuah
kerjasama
antar
kelompok-kelompok industri
menetapkan suatu
standar
format
data
yang
umum.
Format
ini
pada
mulanya
hanya
digunakan
untuk
transaksi
pembelian,
transportasi, dan
data
keuangan
yang
hanya
digunakan pada transaksi antar
industri. Selanjutnya pada akhir tahun 1970-an
mulai
dikembangkan standar
nasional
untuk
Electronic
Data
Interchange
(EDI).
Baik
pemakai
maupun pemasok
memberikan kriteria
untuk
format data
standar
yang akan
ditetapkan untuk EDI harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
Tidak tergantung pada perangkat keras yang digunakan;
|