|
BAB
II LANDASAN
TEORI
2.1. Enterprise Risk Management (ERM)
Pada bulan September 2004, Committee of Sponsoring Organizations
(COSOs) mempublikasikan
proses
Enterprise
Risk
Management
(ERM) yang
merupakan pembaharuan dari COSO Framework yang telah berusia 25 tahun.
COSO mendifinisikan ERM sebagai berikut: :Enterprsie risk management is
a
process,
effected by
an
entitys
board
of
directors,
management
and
other
personnel, applied in strategy setting and across the enterprise, designed to identify
potential events that may affect the entity, and manage risk to be within its risk
appetite, to provide reasonable assurance regarding the achievement of entity
objectives¹
Dari definisi ini tercakup hal-hal penting mengenai ERM yaitu:
1. ERM
adalah
proses
yang
berjalan terus
menerus
dan
mengalir
melalui
seluruh
sendi usaha dan organisasi;
2. ERM dipengaruhi oleh keterlibatan karyawan diseluruh tingkat organisasi;
3. Diaplikasikan dalam penentuan strategi usaha dan organisasi;
4. Dirancang
untuk
mengenali
peluang
kejadian
yang
jika
terjadi
akan
mempengaruhi jalannya usaha dan organisasi;
5. Mampu memberikan kepastian yang dapat dipahami oleh pimpinan organisasi.
ERM menyajikan empat kategori tujuan yaitu:
1. Strategi
(strategic)
ERM
dilakukan
untuk
mencapai
tujuan
usaha
dan
organisasi serta senantiasa selaras dengan apa yang telah direncanakan;
2. Operasional (operations)
ERM dilaksanakan
untuk
memastikan pemanfaatan
sumberdaya dilakukan dengan efektif dan efisien;
1
Tarantino, Anthony, 2006, Managers Guide to Compliance Best Practices and Case
Studies, John Wiley @ Sons, Inc, New Jersey.
6
|