|
8
lainnya.
ERM
COSO
menjelaskan
bahwa
manajemen
risiko
perusahaan
memungkinkan
pimpinan
perusahaan
untuk
menangani
ketidakpastian,
risiko
terkait
dan
peluang
yang
meningkatkan kapasitas
untuk
membangun
nilai
tambah.
Nilai
tambah
ini
akan
semakin
besar
ketika pimpinan perusahaan menetapkan
strategi dan tujuan untuk mencapai keseimbangan yang optimal antara pertumbuhan
usaha dengan risiko yang ada.
Dibandingkan dengan pendahulunya, ERM COSO menambahkan konsep baru
yaitu event management. Konsep ini dianggap sebagai perubahan penting terhadap
COSO
I
yang
sangat
baik
untuk
diterapkan
pada
proses atau
kegiatan
berulang
(repetitive). Namun justru risiko timbul jika terjadi hal diluar dari proses atau
kegiatan berulang tadi. Kejadian khusus atau special
event ini dapat memberikan
dampak negatif, positif atau keduanya. Kejadian dengan dampak negatif
menimbulkan kerugian (risiko) yang dapat
mengurangi
atau
menghambat
peningkatan nilai
tambah.
Kejadian
dengan
dampak
positif
sebaliknya,
dapat
menutupi
dampak
negatif
atau
menyajikan peluang
baru.
Peluang
itu
sendiri
merupakan kemungkinan yang diharapkan akan terjadi dan secara positif
mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi
serta
mendukung
peningkatan
nilai
tambah. Pimpinan mengembalikan kembali peluang tersebut kepada jalur strategi
yang telah direncanakan, kemudian merumuskan rencana untuk merealisasikannya.
Selain empat kategori tujuan tersebut, ERM juga dibangun di atas delapan
komponen
yang
saling
terkait
dan
merepresentasikan pendekatan pengelolaan
organisasi dan proses. Komponen-komponen tersebut adalah:
1. Lingkungan
internal. Hal
ini berkaitan erat dengan budaya organisasi,
khususnya budaya pengambilan keputusan para pemimpinnya, sifat alamiah
industri bersangkutan, budaya kerja,
filosofi
manajemen risiko,
integritas,
nilai-
nilai etika usaha dan lingkungan dimana organisasi tersebut beroperasi;
2.
Penentuan tujuan. Mengenali dan menentukan prioritas tujuan adalah langkah
esensi
yang
harus
diselesaikan
sebelum
merambah
kepada
identifikasi
risiko
dan kejadian-kejadian yang dapat mempengaruhi tujuan usaha dan organisasi;
3. Mengenali
kejadian.
Kejadian
internal
atau
eksternal
seperti
dijelaskan
sebelumnya mempengaruhi kinerja usaha dan oganisasi. Untuk itu kejadian
|