|
23
2.8.4 Teknik Analisis Data
2.8.4.1 Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja / Kepuasan Konsumen
Dalam menganalisis data penelitian
ini digunakan metode
deskriptif
kualitatif-kuantitatif.
Untuk
menjawab
perumusan masalah
mengenai
faktor-faktor
yang
mempengaruhi
tingkat
kepuasan
konsumen
restoran Rico,
maka
digunakan
analisis tingkat kepentingan dan kinerja/ kepuasan konsumen.
Menurut
Supranto
(
2001,
pp240-242)
dalam
hal
ini
digunakan
skala
lima
tingkat
(Likert)
yang
terdiri
dari
sangat
penting,
penting,
cukup
penting,
kurang
penting, dan tidak penting.
Kelima penilaian tersebut diberikan bobot sebagai berikut :
a. Jawaban sangat penting diberi bobot 5
b. Jawaban penting diberi bobot 4
c.
Jawaban cukup penting diberi bobot 3
d. Jawaban kurang penting diberi bobot 2
e. Jawaban tidak penting diberi bobot 1
Untuk Kinerja/penampilan diberikan lima penilaian dengan bobot sebagai berikut :
a. Jawaban sanagat baik diberi bobot 5, berarti konsumen sangat puas.
b. Jawaban baik diberi bobot 4, berarti konsumen puas.
c.
Jawaban cukup baik diberi bobot 3, berarti konsumen cukup puas.
d. Jawaban kurang baik diberi bobot 2, berarti konsumen kurang puas.
e. Jawaban tidak baik diberi bobot 1, berarti konsumen tidak puas.
Berdasarkan hasil
penilaian
tingkat
kepentingan
dan hasil
penilaian
kinerja/penampilan, maka akan dihasilkan suatu perhitungan mengenai tingkat
tingkat
kesesuaian antara tingkat kesesuaian adalah
perbandingan skor
kinerja/pelaksanaan
dengan
skor
kepentingan. Tingkat
kesesuaian inilah
yang akan
menentukan urutan prioritas peningkatan faktor-faktor yang mempengaruhi
kepuasan konsumen.
Dalam
penelitian
ini
terdapat
dua
buah variabel
yang
diwakilkan
oleh
huruf
X
dan
Y,
dimana:
X
merupakan tingkat kinerja
perusahaan
yang dapat
memberikan
kepuasan para konsumen, sedangkan Y merupakan tingkat kepentingan konsumen.
|