Home Start Back Next End
  
17
Kakure
Kirishitan
kembali
ke
gereja
Katolik
yang
mulai
aktif
lagi
di
Jepang.
Namun,
sebagian
lagi
tidak
kembali
ke
gereja
dan
masih
tetap
menjadi
Kakure
Kirishitan
yang
dipertahankan secara
rahasia
sejak
jaman
Tokugawa.
Walau
begitu,
mereka
ini
tidak
perlu lagi menyembunyikan diri.
Secara
global,
latar
belakang jaman
masuknya
agama
Kristen
ke
Jepang
dipengaruhi oleh
penemuan
dunia
baru
oleh
orang
Eropa.
Dalam
buku
Catatan
Perjalanan 
oleh
Marco
Polo;
seorang
penjelajah Italia
pada
akhir
abad
ke-13,
Christophorus Columbus
berangkat
ke
arah
barat
dari
Spanyol
untuk
mencari
negeri
Zipangu
(Jepang). Menurut
catatan
tersebut,
di
negeri
Zipangu
(Jepang)
rumah-
rumahnya
dibuat
dari
emas.
Columbus
sebenarnya
tidak
datang
ke
Jepang,
melainkan
menemukan daratan Amerika pada tahun 1492.
Selain
Columbus,
Vasco
de
Gama
juga
menemukan rute
timur
laut
ke
India.
Sementara pada
awal
abad
ke-16
kapal
Portugis
mulai
menuju Goa
di
India
dan
Makau
di
Cina.
Kesimpulannya, pada
sekitar
jaman
Sengoku
adalah
masa
pertemuan
kabudayaan Barat dengan Timur di Jepang.
Sementara
itu,
pada
tahun
1517
di
Eropa
terjadi
Pembaharuan Agama
Kristen
Katolik
oleh
Martin
Luther
(1483-1546). 
Sejak
saat
itu,
dimulai
penyebaran
ajaran
agama
Kristen
baru
yang
disebut
agama
Kristen
Protestan. Raja-raja
di
Eropa
mulai
mendukung
Kristen Protestan dan
agama Kristen Katolik
menghadapi krisis
yang amat
besar.
Ketika
itu,
Ignatius
de
Loyola
(1491-1556)
yang
belajar
di
Universitas Paris
membentuk
Societas
Jesu
(Ordo
Jesuit)
bersama
tujuh
orang
rekannya,
salaha
satunya
adalah
Fransiskus
de
Xaverius
yang
di
kemudian
hari
menyebarkan Kristen
Katolik
di
Jepang. Societas Jesu adalah perkumpulan biarawan
yang dibentuk pada tahun 1534 dan
bermotto  kepatuhan,  kemiskinan,  kejujuran  dan 
kesucian.  Tujuan  ordo 
ini 
adalah
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter