Home Start Back Next End
  
16
bagi rakyat Jepang. Perjalanan mereka makan waktu selama sembilan tahun dan mereka
akhirnya dapat bertemu dengan Paus Roma.
Namun,
ketika
para
remaja
yang
telah
menjadi
pemuda-pemuda itu
pulang
ke
Jepang
pada
tahun
1590,
keadaan
negara
mereka
sudah
berubah
karena
pemerintahan
Shogun Toyotomi
Hideyoshi
pada
masa
itu.
Sebelumnya,
pada
tahun
1582,
Oda
Nobunaga –
orang
yang simpatik kepada
misi agama Kristen –
dibunuh di
kuil
Honnoji
oleh
Akechi
Mitsuhide.
Shogun Toyotomi,
penggantinya,
mengumumkan Bateren
Tsuiho-rei
(Perintah
Pengusiran
Misionaris
Kristen).
Walau
begitu,
ada
hal-hal
baik
yang
dibawa
para
pemuda
tersebut
untuk
kebudayaan Jepang,
seperti
mesin
cetak
dari
Eropa  (sesuai  rencana  Alessandro  Valignano).  Dengan  mesin  cetak  ini,  buku-buku
seperti
Isoppu
Monogatari
(Cerita
Aisop)
dan
Heike
Monogatari
(Cerita
Heike)
dapat
dicetak untuk pertama kalinya di Jepang.
Shogun Toyotomi
Hideyoshi
ingin
meneruskan
usaha
untuk
menyatukan
negara
Jepang.
Pada
masa
itu
Jepang
dibagi
menjadi
tiga
wilayah
menurut
organisasi
gereja;
yaitu
Miyako,
Bungo
dan
Shimo
(di
dalamnya terdiri
dari
daerah
Nagasaki, Arima,
Omura
dan
Amakusa).
Jumlah
umat
Kristen
di
Miyako
mencapai
25.000
orang,
di
Bungo 10.000
orang dan
di
Shimo 115.000
orang.
Total keseluruhan mencapai 150.000
orang.
Pada
mulanya,
Hideyoshi juga
bersimpati
kepada
agama
Kristen,
namun
ke
belakangnya tidak lagi.
Pada
tahun
1612,
pemerintah
Tokugawa
mengumumkan
Kinzei atau
larangan
agama  Kirishitan. 
Umat  Kirishitan 
atau  penganut  Kristen 
mulai 
tertindas.  Selama
adanya
larangan
tersebut,
kebanyakan dari
mereka
membelot
dan
sebagian
menjadi
Kakure
Kirishitan
atau
penganut
Kristen
tersembunyi. Restorasi
Meiji
menjadi
titik
pencerahan  kembali.  Kebijakan 
larangan  agama  Kristen  dihapuskan,  dan  sebagian
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter