Home Start Back Next End
  
15
dibaptis di
India,
jumlah
itu
sangat
sedikit. Di
India,
setidaknya ada
15.000
orang
per
bulan yang dibaptis masuk agama Kristen Katolik.
Cita-cita Xaverius diteruskan di Kyoto oleh
misionaris Gasper Vilela dan Lorenzo
pada
tahun
1559.
Misi
Gasper
dan
Lorenzo
berkembang
di
daerah
Kyushu
Utara
dan
wilayah Kinki (meliputi daerah Osaka, Nara dan Kyoto). Para daimyo seperti
Takayama
Tosho, Omura Sumitada, ayah dan anak Ukon, dan lain-lain turut menerima baptis.
Pada
tahun
1568,
Oda
Nobunaga
memerintah Kyoto.
Ia
bersimpati
pada
para
misionaris agama
Kristen;
di
antaranya
adalah
Luis
Frois.
Karena
itu,
mereka
diperbolehkan mendirikan
Gereja
Nanbaji
(tapi
dalam
pengertian
budaya
Jepang
dipahami sebagai kuil Nanbaji) di Kyoto.
Tahun
1579,
misonaris
bernama
Alessandro
Valignano mengubah prinsip
penyampaian agama Kristen kepada orang Jepang
menjadi
lebih
fleksibel. Ia
mendorong
politik saling pengertian di
antara
negara Jepang dan
Eropa, serta
merencanakan adanya
pendidikan
pastor bagi orang
Jepang
dengan
mendirikan
sekolah seminari
dan
kolegio.
Sekolah
seminari
yang
ia
dirikan
terletak
di
kota
Arima
dan
Azuchi,
serta
kolegio
di
Oita. Di kemudian hari ia juga menerbitkan buku Katekismo untuk orang Jepang.
Alessandro
juga
mengirim utusan
orang
Jepang
ke
Eropa
yang
disebut
Tensho
Ken’o Shisetsu (Utusan ke Eropa pada
masa
Tensho). Utusan
ini terdiri dari empat orang
remaja
yang
diutus
oleh
tiga
orang
daimyo di
wilayah
Kyushu.
Para
daimyo ini
adalah
Omura
Sumitada, Otomo
Sorin
dan
Arima
Harunobu.
Hal
ini
bertujuan
untuk
meningkatkan kegiatan
misionaris di Jepang oleh Paus di Roma
maupun negara Portugal.
Sementara
itu,
bagi
para
remaja
yang
diutus,
mereka
berkesempatan untuk
melihat
kekuatan
negara-negara
Kristen
di
Eropa
dan
diharap
dapat
menjadi
bekal
kesaksian
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter