Home Start Back Next End
  
18
mengabdi
kepada
Kristus
dengan
kesadaran
agama
yang
baru
dan
melayani
kegiatan
misi atas perintah Paus Roma.
Gereja Katolik Roma
membuka Konsili Trente untuk rekonstruksi gerejanya mulai
tahun 1545.
Tradisi
gereja
Roma direkonfirmasikan dan diperbaharui. Selain
itu, prinsip
untuk
meningkatkan
kegiatan
misi  dari  Societas
Jesu 
secara
aktif  ke  Amerika  dan
negara-negara Timur
untuk
memulihkan
kekuatannya yang
hilang
karena
reformasi
Kristen 
juga 
ditingkatkan. 
Selanjutnya, 
Societas 
Jesu  
menjadi 
pelopor 
kegiatan
misionaris
agama
Katolik
Roma
ke
dunia
baru
dan
kegiatannya ini
disokong
oleh
Portugal.
Secara
global,
kegiatan misi
agama
Kristen
Katolik
di
Jepang
dilakukan pada
pertengahan abad
ke-16
sampai
dengan
pertengahan abad
ke-17.
Menurut
Ebisawa
Arimichi
(1981:1) kegiatan
misi tersebut bukan
hanya untuk kepentingan perkembangan
agama
Nasrani
saja,
melainkan
juga
untuk
kebudayaan dan
kemajuan
masyarakat
pada
masa 
itu. 
Tapi,  akibat  pemikiran  agama 
itu 
yang  sangat  berbeda  dengan  agama
tradisional
Jepang,
penganut
maupun
gereja
Kristen
Katolik
di
negara
itu
selanjutnya
ditindas  oleh  penguasa  pada  jaman  tersebut.  Contohnya  oleh  Toyotomi 
Hideyoshi
(1536-1598)
serta
para
shogun
pemerintahan Tokugawa.
Dalam
upaya
pembentukan
sistem
wilayah,
para
daimyo
di
bawah
pengawasan
mereka
sibuk
memperkuat
militer
dan memperluas kekuasaan wilayah secara politik maupun ekonomi.
Pada
jaman
pertengahan abad
ke-16,
kota-kota
besar
di
Jepang
belum
maju
dan
mayoritas rakyat Jepang tinggal di desa-desa pertanian. Namun, saat
itu perubahan mulai
tampak.
Misalnya
dalam
hal
ekonomi,
rakyat
Jepang
tidak
terikat
pada
pertanian
di
dalam
desa
saja.
Daimyo ingin
memperkuat
wilayahnya,
dan
oleh
sebab
itu,
rakyat
didorong 
untuk 
memperjual-belikan 
hasil 
pertanian 
desa 
mereka 
ke 
kota 
hingga
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter