|
21
Budha
bukan
agama
asli
Jepang.
Orang
Jepang
punya
kecenderungan sifat
membedakan hal-hal
asli
Jepang
dan
hal-hal
yang
asing
secara
sensitif
sejak
jaman
dahulu.
Dengan
kata
lain,
mereka
bisa
secara
ekstrim menerima atau
menolak
budaya
asing karena keasingannya tersebut.
Sebenarnya, agama Budha pun
termasuk agama asing. Namun,
karena
agama
itu
datang
melalui
negara
tetangga
Cina,
maka
dianggap lebih
akrab
oleh
orang
Jepang.
Agama
Budha
lebih
mudah
diterima
orang
Jepang
karena
sebelum
masuk
ke
Jepang,
ajarannya
sudah
berubah
di
Cina.
Selain
itu,
karena
agama
ini
tidak
disampaikan oleh
misionaris asing.
Meskipun
begitu,
agama
Budha
juga
perlu
waktu
beberapa abad
lamanya sampai menjadi Kamakura
Bukkyo atau agama
Budha ala
Kamakura.
Dibandingkan agama
Budha,
agama
Kristen
lebih
bersifat
heterogen
bagi
orang
Jepang.
Walaupun
memang
agama
Kristen
lahir
di
ujung
wilayah
Asia,
namun
agama
ini
dibesarkan di
Eropa
yang
jauh
dari
Asia.
Misionaris
yang
menyampaikan agama
itu
ke
Jepang
pun
berbeda
ras,
bahasa
dan
kebudayaan;
ditambah
lagi
ajaran
agamanya
sendiri benar-benar sangat berbeda dan
merupakan sesuatu yang baru bagi orang Jepang.
Karena sifat-sifat
heterogen agama Kristen
inilah, reaksi orang
Jepang
terhadapnya pun
cukup ekstrim antara yang menerima maupun yang menolak.
Dalam
sejarah agama Kristen di Jepang, ada beberapa penerimaan positif terhadap
agama
tersebut
yang
dicatat.
Di
antaranya:
(1)
ketika
masa
transisi
dari
jaman
Sengoku
ke
masa
terbentuknya
sistem
feodal
kekuasaan
sentralisasi
pada
jaman
Edo,
(2)
pada
masa restorasi Meiji,
(3)
sesudah
Perang
Dunia II.
Jika ditelaah lebih
lanjut, semuanya
itu terjadi pada masa-masa pembaharuan besar dalam sejarah masyarakat Jepang.
Agama Kristen diterima sebagai agama
yang baru
manakala agama
yang telah ada
dianggap
terlalu
kaku
sistemnya
dan
tidak
bisa
menyesuaikan
diri
lagi
dengan
jaman
|