|
4
loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Dalam jurnal Retno Djohar Juliani
yang mengangkat tema Pengaruh Kompensasi terhadap Loyalitas
Karyawan
dikatakan bahwa karyawan dengan loyalitas kerja yang tinggi
akan lebih mudah bekerjasama dengan perusahaan, sehingga karyawan
mampu bekerja dengan baik didalam perusahaan. Rendahnya loyalitas kerja
karyawan pada perusahaan akan menimbulkan sikap dan perilaku yang
bertentangan dengan tujuan perusahaan, seperti tidak adanya semangat kerja
karyawan, tingkat absensi dan keterlambatan yang tinggi, disiplin kerja
yang
rendah, prestasi kerja menurun, bahkan bisa menimbulkan pemogokan kerja.
Dari hal-hal diatas, dapat diketahui bahwa budaya organisasi, gaya
kepemimpinan dan keterikatan karyawan menjadi faktor penting dalam
kesuksesan suatu perusahaan dan dapat menjadi
faktor terpenting pula dalam
peningkatan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Penelitian serupa
mengenai keterikatan karyawan
telah dilakukan oleh Ravikumar
(2013),
dengan objek penelitian di Negara India dengan melibatkan 12.500 karyawan
dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di India. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa kerja tim, budaya kerja, kepemimpinan
dan kompensasi berpengaruh pada tingkat keterikatan karyawan dalam
UMKM di India, dan pada hasil penelitian Ravikumar menjelaskan
faktor-
faktor yang mempengaruhi
keterikatan karyawan yaitu kesempatan untuk
melakukan pekerjaan yang menantang, kemudahan akses informasi yang
dibutuhkan, kemampuan untuk mencapai tujuan karir, kemudahan akses
pelatihan yang dibutuhkan. Namun, pada PT. Kantaraya Utama keterikatan
karyawan didalam perusahaan juga masih kurang terjalin dengan baik, hal
tersebut dapat dilihat banyak dari karyawan yang kurang akrab satu sama lain
dan kepemimpinan didalam perusahaan tersebut kurang menerapkan
pendekatan secara
langsung dengan para bawahan atau karyawannya. Hal
tersebut berpengaruh besar pada kenyamanan karyawan saat berada didalam
perusahaan, apabila karyawan merasa tidak nyaman dalam perusahaan maka
mereka tidak akan menghasilkan kinerja yang maksimal sehingga
tujuan
perusahaan tidak akan tercapai sesuai dengan yang direncanakan.
Dalam buku Kinerja 25 Group Perusahaan Properti di Indonesia
2012 telah dilakukan survei oleh PT. CDMI atau perusahaan konsultan
terkemuka di Indonesia yang menyatakan pada tahun 2011 industri properti
|