|
40
?
pelayanan bagasi; pelayanan ini
menyangkut keamanan bagasi dan kecepatan
pelayanan bagasi
?
pelayanan
penerbangan
lanjutan
yaitu
pelayanan
pada
penumpang
apabila
bandara yang dituju bukan bandara akhir
2.1.12 Karakteristik Jasa Penerbangan
Menutur Irianto (1999
: 3)
jasa penerbangan memiliki karakteristik sebagai
berikut:
1. inseparable (sebagai satu kesatuan); dalam
industri penerbangan, konsumen
yang
berinteraksi
dengan
jasa
penerbangan akan
menjadi
bagian
dari
jasa
tersebut.
Penumpang yang onboard di dalam pesawat sering dilihat oleh penumpang
lainnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari jasa penerbangan tersebut.
2. variable
(sangat
bervariasi);
pelayanan
yang
diberikan
kepada
penumpang
bisa
saja terjadi perubahan. Disuatu
waktu penumpang dapat
merasakan bahwa
semua
pelayanan diberikan dengan baik, tetapi dilain waktu bisa saja terjadi sebaliknya.
3. perishable (mudah rusak); dalam hal
ini
adalah sisa
jasa
yang
tidak terjual pada
saat
yang
telah
ditentukan tidak
dapat
disimpan
oleh
karena
itu,
jika
pada
suatu
penerbangan terdapat kursi
kosong
yang tidak terjual pada aat
lepas
landas,
maka
sisa produk tersebut tidak lagi dapat dijual dan dianggap sebagai suatu kerugian.
|