![]() 56
N
e
? nk / N
e
jf
=
cos
(f
)
+ j sin
(f
)
(2.35)
Penerapan
transformasi
Fourier
dalam
sinyal
berarti
mengkonversi sinyal
dari
domain waktu ke dalam domain frekuensi.
2.6.2. Hamming Window
Hamming
Window
ditemukan oleh
Richard
W.
Hamming, seorang
ahli
dalam
bidang
komputer,
yang
digunakan
untuk
menyederhanakan perhitungan.
Secara
matematis
Hamming
Window
terdiri
dari
satu
siklus
kosinus,
yang
menaikkan dan
menghimpitkan sehingga
bentuk
gelombang
turun
dan
mempunyai
nilai
puncak
(Steiglitz,
1996,
p206).
Hamming
Window
adalah
sebuah
fungsi
penjendelaan yang
sangat
umum,
yang
memberikan
hasil
memuaskan
dengan
penghitungan
yang
efektif
dengan meminimalkan sinyal yang terdiskontinu.
Hamming Window dirumuskan sebagai berikut (Kosko, 1992, p7):
?
2.p
.n
?
h
t
=
0,54 - 0,46 cos
?
(N - 1)
?
0
=
n
=
N
-
1
(2.36)
?
?
2.6.3. Discrete Fourier Transform
Discrete
Fourier
Transform
(DFT)
digunakan
untuk
sinyal
diskrit
dengan
mentransformasikan persamaan 2.34 menjadi :
1
N
-1
F
-
j
2 nk / N
k
(2.37)
n
=
?
?
k
=0
dengan invers transformasinya :
N
-1
f
k
=
?
n
=0
F
n
e
-
j
2
?
nk / N
(2.38)
|