Home Start Back Next End
  
Menurut
David
A.Aaker
sebagaimana
dikutip
oleh
Durianto,
et.
all
(2004,
p104)
menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun perceived quality:
1.   Komitmen terhadap kualitas
Perusahaan harus mempunyai komitmen terhadap
kualitas serta memelihara
kualitas
secara
terus menerus.
Upaya,
memelihara kualitas
bukan
hanya
basa
basi
tetapi
tercemin dalam tindakan tanpa kompromi.
2.   Budaya kualitas
Komitmen
kualitas
harus
terefleksi
dalam
budaya
perusahaan,
norma
perilakunya,
dan
nilai-nilainya.
Jika
perusahaan
dihadapkan
kepada
pilihan
kualitas
dan
biaya
maka kualitas yang harus dimenangkan.
3.   Informasi masukan dari pelanggan
Pada 
akhirnya 
dalam  membangun 
persepsi  kualitas 
pelangganlah 
yang
mendefinisikan kualitas. Sering
kali para pemimpin keliru
dalam memperkirakan apa
yang
dianggap
penting
oleh
pelanggannya. Untuk
itulah
perusahaan
perlu
secara
berkesinambungan melakukan riset terhadap pelanggannya sehingga diperoleh
informasi yang akurat, relevan, dan up to date.
4.   Sasaran/standar yang jelas
Sasaran
kualitas
harus
jelas
dan
tidak terlalu
umum
karena
sasaran
kualitas
yang
terlalu
umum cenderung
menjadi
tidak
bermanfaat.
Kualitas
juga
harus
memiliki
standar
yang jelas, dapat dipahami dan diprioritaskan. Terlalu banyak sasaran tanpa
prioritas sama saja dengan
tidak mempunyai sasaran yang fokus yang
pada akhirnya
akan membahayakan kelangsungan perusahaan itu sendiri.
5.   Kembangkan karyawan yang berinisiatif
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter