|
Merek dapat mencerminkan kepribadiaan tertentu. Misalnya Mercedes mencerminkan
kesan
pemimpin
yang
baik
dan
berkharisma
(orang),
seekor
singa
yang
berkuasa
(binatang), istana yang megah dan indah (objek).
6. Pemakai (Use®)
Merek dapat menunjukan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk
tersebut. Kita akan terkejut melihat seorang sekretaris berumur 20 tahun
mengendarai
Mercedes.
Yang
kita
harapkan
adalah
seorang
manajer
puncak
berumur 55 tahun di belakang kemudi.
Menurut Aaker sebagaimana
dikutip oleh Kotler (2002, P461)
tingkat perilaku konsumen
terhadap merek dibedakan atas lima tingkat yaitu:
1. Konsumen
yang
akan
selalu
mengganti
merek,
khususnya
karena
alasan
harga.
Tidak memiliki loyalitas merek.
2. Konsumen yang puas akan suatu merek
dan
tidak memiliki alasan untuk mengganti
merek.
3. Konsumen yang puas akan suatu merek
dan akan merasa rugi
bila mengganti atau
mencoba merek lain.
4. Konsumen
memberikan
nilai
yang
tinggi
bagi
suatu
merek,
menghargainya
dan
menganggap merek menjadi bagian dari dirinya atau seperti teman.
5. Konsumen yang setia terhadap merek.
2.1.1.2 Manfaat merek
Kotler
(2002,
p464)
menjelaskan
bahwa
merek
dapat
memberikan
beberapa
manfaat
bagi penjual yaitu:
Merek memudahkan penjual memproses pesanan dan menelusuri masalah.
|