|
19
serangga
yang
mungkin
terbawa. Keadaan
ini mungkin
saja
terjadi
karena
tea
bricks
disimpan di
ruang
penyimpanan
atau
gudang
terbuka.
Pemanggangan ini
juga
dapat
mengeluarkan aroma
yang
enak
kepada teh
ketika diseduh.
2. Penggilingan:
Setelah
itu
tea
bricks
dihancurkan
dan
digiling
menjadi
bubuk.
Hasilnya
akan
sama
seperti
teh bubuk Jepang (Macha).
3. Pengadukan: Sebelum disediakan, bubuk
teh dicampur
dengan
air
panas
dan
diaduk
sampai
berbusa dengan
pengaduk khusus.
Warna
dan
pola
dari
teh
bubuk
dinikmati sembari meminum teh tersebut.
Teh
tersebut
diminum
dengan
menggunakan mangkuk
berpola
dan
berwarna gelap
agar
tekstur
dari
teh
bubuk
dapat
jelas
terlihat.
Mangkuk-mangkuk
ini
dihias
dengan
sentuhan
minyak
atau
bulu
burung
atau
rambut
terwelu
atau
cangkang
kura-kura, yang
mana
pada
saat
ini
sangat
berharga.
Mangkuk
berpola
dan
campuran
teh
bubuk
ini
sering disebut dalam puisi. Pada
masa dahulu, tekstur dari
campuran
teh
tersebut
lebih
dinikmati
daripada
rasa
dari
teh
tersebut.
Praktik
dari
pembuatan teh
seperti
ini
masih
bisa ditemui di zaman
modern pada
upacara minum teh ala
Jepang, atau disebut juga Chado.
|