|
43
dan
Yaman. Pada abad 15
kpi
mulai
menjangkau
lebih
luas ke Persia,
Mesir, Turki dan Afrika Utara.
Pada
awalnya kopi
kurang
begitu
diterima oleh
sebagian
orang.
Bahkan
pada
tahun
1511
sempat
dilarang para
imam
yang
konservatif
di
Mekah
akibat
efek
rangsangan
yang
dihasilkan
kopi.
Akan
tetapi
karena
popularitas minuman
ini,
maka
larangan
tersebut
pada
tahun
1524
dihilangkan atas
perintah
Sultan
Selim
I
dari
Kesultanan
Utsmaniyah
Turki.
Di
Kairo,
Mesir,
larangan
yang
serupa
juga
disahkan
pada
tahun
1532,
di
mana
kedai
kopi
dan
gudang
kopi
ditutup.
Dari
dunia
Muslim,
kopi
menyebar ke
Eropa,
di
mana
minuman ini
menjadi populer
selama abad ke-17. Orang
Belanda
adalah
yang pertama kali
mengimpor kopi dalam skala besar ke
Eropa,
dan pada suatu
waktu
menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena
tanaman
atau
biji
mentahnya tidak
diijinkan
keluar
kawasan
Arab.
Ini
kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.
Ketika
kopi
mencapai
kawasan
koloni
Amerika, pada
awalnya
tidak
sesukses
di
Eropa,
karena
dianggap kurang
bisa
menggantikan alkohol.
Akan
tetapi,
selama
Perang
Revolusi,
permintaan
terhadap
kopi
meningkat
cukup
tinggi,
sampai
para
penyalur
harus
membuka
persediaan
cadangan
dan menaikkan
harganya secara
dramatis;
sebagian hal
ini
karena
didasari
oleh
menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris.
|