|
8
teh
yang
mengalami
oksidasi
secara
artifisial
supaya
menyerupai
rasa
teh pu-erh
"mentah"
yang telah
lama disimpan dan
mengalami
proses
penuaan alami.
Teh
pu-erh
"matang"
dibuat
dengan
mengontrol kelembaban
dan
temperatur
daun
teh
mirip
dengan
proses pengomposan.
Teh
pu-erh
biasanya
dijual
dalam
bentuk
padat
setelah
dipres
menjadi seperti batu bata, piring kecil
atau
mangkuk.
Teh pu-
erh dipres agar proses oksidasi tahap kedua bisa berjalan, karena teh
pu-erh
yang
tidak dipres tidak akan
mengalami proses
pematangan.
Semakin
lama
disimpan,
aroma
teh
pu-erh
menjadi semakin enak.
Teh
pu-erh
yang
masih
"mentah" kadang-kadang disimpan sampai
30
tahun
bahkan
50
tahun
supaya matang. Pakar
bidang
teh
dan
penggemar
teh
belum
menemui
kesepakatan soal
lama
penyimpanan
yang
dianggap
optimal.
Penyimpanan selama
10
hingga
15
tahun
sering
dianggap
cukup,
walaupun teh
pu-erh
bisa
saja diminum setelah disimpan kurang dari setahun.
Minuman
teh
pu-erh
dibuat
dengan
merebus
daun
teh
pu-erh
di
dalam
air
mendidih seringkali
hingga
lima
menit.
Orang
Tibet
mempunyai kebiasaan
minum
teh
pu-erh
yang
dicampur
dengan mentega dari lemak yak, gula dan garam.
|