Home Start Back Next End
  
11
i.
Vitamin C (hanya pada teh hijau)
j.
Vitamin E (24 – 80 mg per 100 gram teh)
k.   Vitamin K (300 – 500 IU per gram)
l.
Fluorin (0,35 ppm)
m.
Kalium (lebih tinggi dari Natrium)
n.   Mangan
o.   Tembaga
p.   Zat Besi
q.   Kafein
Proses
oksidasi
dalam
pembuatan
teh
hitam
telah
merusak
vitamin
C.
Namun
dalam
proses
oksidasi
ini
telah
terbentuk katekin
yang
teroksidasi,
disebut
juga
theaflavin
dan
thearubingins. Dua
komponen tersebut
merupakan koponen
yang khas
dari
teh
hitam. Pada
daun teh
segar, kadar katekin bisa
mencapai 30% dari berat kering.
Teh
hijau
dan
teh
putih
mengandung catechin
(katekin)
yang
tinggi,
sedangkan
teh
hitam
mengandung lebih
sedikit
catechin
karena
hilang
dalam proses oksidasi.
Sekitar
1/3
samapi
1/2
dari
komponen
yang
terlarut
dalam
air
waktu
membuat
teh
adalah
polyphenol.
Polyphenol
ini
antara
lain
berupa
catechin,
epigallocatechin,
epicatechin
gallat
dan
epicatechin.
Konjugasi
catechin
yang
teroksidasi
(theaflavins dan
thearubingins)
terdapat   pada  
teh  
hitam.  
Sebanyak   150  
ml  
minuman   dengan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter