Home Start Back Next End
  
31
Menurut
Ross
(2003,
p14)
Supply
chain
Management didefinisikan
sebagai
integrasi dari
aktivitas supply chain
melalui peningkatan
hubungan dalam
supply
chain,
untuk meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.
Menurut
Chopra
dan
Meindl
(2004,
p6),
Supply
chain
Management adalah
manajemen arus
informasi, produk, atau keuangan
yang berkaitan dengan biaya-biaya di
dalam supply chain.
Menurut O’Brien (2005, p332), Supply chain Management (SCM) adalah
sistem
antar perusahaaan
lintas
fungsi yang
menggunakan teknologi
informasi
untuk
membantu
mendukung serta
mengelola
berbagai
hubungan
antara
beberapa
proses
bisnis
utama
perusahaan dengan pemasok, pelanggan, serta para mitra bisnis.
Jadi,
dapat
disimpulkan
bahwa
Supply
chain
Management
adalah
sistem
antar
perusahaan
lintas
fungsi
yang
mendukung
dan
mengelola
hubungan
dengan
pemasok,
pelanggan, serta
mitra
bisnis
terkait
dengan
manajemen
arus
informasi,
produk,
atau
keuangan 
sehingga 
proses 
transformasi 
produk 
dan 
pendistribusiannya 
memiliki
kuantitas
yang
tepat,
ke
lokasi
yang
tepat,
serta
waktu
yang
tepat,
dengan tujuan
meminimalkan biaya keseluruhan sistem serta memenuhi tingkat layanan perusahaan.
Tujuan SCM
adalah:
untuk
menciptakan jaringan
yang
cepat,
efisien, dan
berbiaya
rendah,
untuk
membuat produk
perusahaan
beranjak
dari
konsep
menuju
pasokan. Setiap
rantai
pasokan
harus
menambah
nilai
bagi
produk
atau
jasa
yang
dihasilkan perusahaan, sehingga seringkali disebut sebagai rantai nilai (value chain).
2.1.15
Pengertian e-Supply chain Management
Menurut
Ross
(2003,
p18),
e-Supply
chain
Management adalah
filosofi
manajemen
strategis
dan
taktis
yang
ditujukan
untuk
menginteraksikan gabungan
kapasitas
produktif
dan
sumber
daya
lainnya
dalam
suatu
sistem
jaringan
pemasok
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter