|
32
(supply channel system)
melalui
teknologi
internet,
untuk pencarian
solusi
yang
inovatif
dan
sinkronisasi kemampuan
jaringan,
dan
untuk
menciptakan
nilai
tambah
bagi
konsumen.
Perbedaan
antara
dengan
e-SCM
bukan
hanya
sekedar
perbedaan
pemanfaatan
teknologi
internet
saja,
tetapi
juga
perubahan
fundamental /
konsep
supply
channel
itu
sendiri. Dimana, SCM berfokus pada optimalisasi arus produk dan
informasi, sedangkan
e-SCM yang
merupakan supply channel berbasis Web
berfokus pada penambahan
nilai
bagi konsumen (baik konsumen internal maupun ekstenal).
2.2 Teori Khusus
2.2.1
Lima Unsur Utama Rekayasa SCM
Dalam
merekayasa
ulang
SCM
di
perusahaan,
Cohen
dan
Roussel (Said,
2006,
p11-16) mengusulkan lima hal penting, yaitu:
1.
Tetapkan SCM sebagai aspek strategis bagi perusahaan
2.
Kesalahan
yang
umumnya terjadi dalam
implementasi SCM adalah penerapan SCM
langsung
pada
level
operasional tanpa
memahami
betul
strategi
organisasi
secara
keseluruhan.
3.
Rancang proses SCM dari ujung ke ujung
Salah
satu
perbedaan
SCM
dengan
manajemen
logistik
adalah
aspek
integrasi dari
ujung
ke
ujung,
rancangan
pola
aliran
informasi
dan
barang
harus
mencakup
dari
supplier
hingga konsumen akhir. Sehingga perusahaan bisa
memetakan dengan
baik
proses
mana
yang
dapat
menyebabkan biaya
tinggi
atau
proses
mana yang
menyebabkan waktu paling lama (bottleneck).
|