|
17
2.3 Six Sigma
Six
Sigma menurut
james
R.Evan
(2005;4)
didefinisikan
sebagai
metode
peningkatan proses bisnis
yang bertujuan
untuk
menemukan dan
mengurangi
faktor-
faktor penyebab kecacatan dan kesalahan, mengurangi waktu siklus dan biaya
operasi, meningkatkan produktivitas, memenuhi kebutuhan pelanggan dengan
lebih
baik,
mencapai tingkat pendayagunaan asset
yang lebih
tinggi, serta
mendapat
imbal
hasil atas
investasi yang
lebih baik dari segi produksi ataupun pelayanan. Metode ini
disusun berdasarkan sebuah metodologi
penyelesaian masalah
yang
sederhana
DMAIC
yang merupakan
singkatan
dari
Define
(merumuskan),
Measure
(mengukur),
Analyze (menganalisa),
Improve
(meningkatkan/memperbaiki),
dan
Control
(mengendalikan)
yang menggabungkan
bermacammacam
perangkat
statisitik serta pendekatan perbaikan proses lainnya.
Wacana six
sigma dalam
dunia bisnis
telah
dikemukakan
secara
gamblang,
pada
bulan Oktober 1987, oleh Wiliam Cooper Procter. Six
sigma
melalui proses DMAIC
menjadi
jembatan
untuk
mewujudkan
perbaikan
kinerja dalam
bentuk
peningkatan
kualitas , produktivitas, produktivitas, biaya dan profitabilitas.
|