|
14
dan
proses
produksi
secara
ban
berjalan.
TQM
memperluas
konsep
ke
dalam
lingkup seluruh sistem.
2. Group
Dynamics. Kelompok-kelompok kerja dimaksudkan
untuk
mengembangkan
teknik pemecahan persoalan.
3.
Pelatihan.
TQM
menempatkan
program
pelatihan
pada prioritas
utama di
tiap
tingkat
organisasi.
Pimpinan
puncak
belajar merumuskan
visi,
mendelegasikan
wewenang, dan melatih bawahan.
Bawahan harus
belajar memecahkan persoalan
yang timbul dalam pekerjaannya.
4. Achievement
Motivation (Motivasi Berprestasi). Karakteristik
manusia adalah
selalu mempunyai motivasi, potensi, dan kapasitas untuk bertanggung jawab
terhadap organisasi. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana peran
manajemen
untuk
merealisasikan
karakteristik
tersebut.
Dalam
TQM
manajer
harus
percaya
pada bawahannya guna melakukan pekerjaan menuju kualitas.
5.
Pelibatan
karyawan.
TQM
memberi
peluang
kepada para karyawan
untuk
ikut
terlibat dalam proses pemecahan masalah.
6.
Sociotechnical
Systems (Sistem
Sosioteknikal).
Organisasi
dipandang
sebagai
sistem
yang terbuka,
organisasi
mengambil
sumber
daya
dari
lingkungannya,
mengolahnya dan
menyampaikan
hasilnya
kepada lingkungannya.
TQM
memperhatikan
dimensi
sistem
organisasi
secara
eksplisit.
TQM memusatkan
perhatian pada interface antara unsur-unsur yang saling mempengaruhi
7.
Pengembangan
Organisasi
(Organization
Development).
Hal
ini
merupakan
turunan
dari
group dynamics
yang
bertujuan
melatih
seluruh
organisasi
(tidak
|