|
48
Sejauh
apapun
tingkan
pencapaian
kualitas
yang
ditawarkan
oleh
perusahaan
baik
dalam
bentuk
barang
maupun
jasa,
perlu
disadari
bahwa
hasil
tersebut merupakan
buah
dari
kualitas
proses
yang
dijalankan.
Pada
kenyataannya kualitas
proses
bukan
hanya
tanggung
jawab
bagian
produksi/pelayan jasa
saja,
tapi
semua
aspek
dalam
organisasi
perlu terlibat. Atau dengan kata lain perlu adanya integrated approach,
melalui
TQM
(Total
Quality
Management)
dengan
ketiga
pilarnya
yaitu
:
customer
focus,
continuous
improvements,
dan
total
participation.
Dan
dalam perkembangan
selanjutnya Six
Sigma
lebih
popular
digunakan
daripada
TQM
karena
TQM
hanya
memberikan petunjuk
filosofis
tentang
menjaga dan
meningkatkan kualitas,
tetapi sukar
untuk
membuktikan
keberhasilan pencapaian
peningkatan
kualitas.
Six
Sigma
akan
dijelaskan lebih lanjut pada subbab berikutnya.
2.2.
SIX SIGMA
Seperti
kebanyakan penemuan
besar,
Six
Sigma
bukan
merupakan
paket
baru
secara
keseluruhannya, tapi
merupakan
kombinasi
dari
beberapa
teknik-teknik
masa
lampau
terbaik
dengan
terobosan
terkini
dalam
manajemen berfikir
dan
pengertian
sederhana.
2.2.1.
Sejarah Six Sigma
Dimulai dengan Carl Fredrick Gauss
(1777-1885)
yang
memperkenalkan konsep
kurva
normal
dalam
bidang
statistik
untuk
pertama
kalinya,
lalu kemudian oleh
Walter
Shewhart
dikembangkan dengan
menjelaskan
bahwa
3
sigma
dari
nilai
rata-rata
mengindikasikan
perlunya
perbaikan
dalam
sebuah
proses.
Hingga
pada
akhir
tahun
|