Home Start Back Next End
  
25
(apapun mereknya) dianggap telah memadai serta hanya memiliki peranan yang kecil dalam
keputusan untuk membeli.
2. Habitual Buyer (pembelian berdasarkan kebiasaan)
Pembeli
yang
berada
pada
tingkat
ini, dikategorikan
sebagai
pembeli
yang
puas
dengan
merek
yang
telah mereka
konsumsi.
Para
pembeli
tipe
ini
memilih
merek
karena
faktor
kebiasaan.
Karakteristik
konsumen
yang
termasuk
dalam kategori
ini adalah
jarang
untuk
mengevaluasi
merek lain.
Sungkannya
konsumen
untuk
berpindah
merek
lain
lebih
dikarenakan sikap mereka yang pasif.
3. Statisfied Buyer (pembeli yang puas dengan biaya peralihan)
Pembeli
pada
tingkat
ini
dikategorikan
sebagai
pembeli
yang
puas
dengan
merek
yang mereka
konsumsi, namun
demikian mungkin saja mereka
memindahkan pembelian
ke
merek
lain
dengan
menanggung
switch cost 
yang
terkait
dengan
waktu,
uang,
manfaat,
ataupun resiko kinerja yang melekat dengan tindakan mereka dalam peralihan merek.
4. Liking the brand (pembeli menyukai merek)
Pada tingkat ini,
konsumen sungguh-sungguh
mencintai
merek. Pada
tingkat ini
dijumpai perasaan emosional
yang
terkait
pada merek.
Preferensi mereka dilandaskan pada
suatu assosiasi seperti : simbol, rangkaian pengalaman dalam menggunakan merek produk.
5. Commited Buyer (pembeli yang setia)
Pada tingkatan
ini
pembeli merupakan pelanggan yang setia.
Mereka memiliki suatu
kebanggaan sebagai pengguna suatu mereka bahkan mereka sudah menjadi suatu
hal
yang
sangat
penting
bagi
mereka,
baik
karena
fungsi operasional
maupun
emosional
dalam
mengekspresikan
jati
diri.
Salah
satu aktualisasi
loyalitas
konsumen
pada
tingkat
ini
ditunjukkan dengan
merekomendasikan
dan
mempromosikan
merek
tersebut
kepada
pihak
lain.
2.3.1.5 Jenis Loyalitas Merek
Menurut Olson (1999,p. 162) Ada beberapa jenis loyalitas merek, yaitu :
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter