|
27
keuntungan
fungsional
(merek
sebagai produk),
sehingga
merugikan
manfaat
emosional dan ekspresi diri.
2. Merek sebagai organisasi
Merek sebagai
organisasi mempertimbangkan
kekuatan
citra organisasi
sebagai
merek
itu
sendiri.
Sektor swasta
besar
perusahaan
memiliki
ekuitas
melalui
perusahaan induk
yang
membantu
dalam
membentuk
identitas produk. Merek
lebih
terfokus
pada
atribut
organisasi seperti
inovasi,
kualitas
kinerja,
dan
kepedulian
terhadap
lingkungan
yang diciptakan
oleh
karyawan,
budaya,
dan
program-program perusahaan.
3. Merek sebagai pribadi
Merek sebagai
pribadi
mempertimbangkan
kepribadian
sebuah merek
adalah
sebaik dengan hubungan merek-pelanggan. Sebuah kepribadian dapat
menciptakan sebuah
ikatan antar
individu
di
dalam
pengembangan
diri.
Kepribadian merek
dapat
menjadi
dasar
hubungan
antara
pelanggan
dengan
merek.
Kepribadian
merek
dapat mengkomunikasikan
atribut
produk
dan
juga
manfaatnya.
4. Merek sebagai simbol
Merek sebagai simbol menyediakan perpaduan dan struktur pada sebuah
identitas dan membuatnya lebih mudah untuk diingat dan mendapat
pengakuan.
Kehadiran suatu
merek
dapat
menjadi
unsur
utama pengembangan
merek
dan
ketiadaannya menjadi
hambatan
yang
substansial.
Simbol
yang
merupakan
bagian
dari
identitas
digunakan
untuk
meninggikan
status,
mencerminkan
potensi
kekuatan mereka.
Idealnya, karakteristik yang
berkembang diingat
setiap
kali
target
konsumen
melihat
simbol.
Simbol
dapat
berupa visual,
seperti
lambang
Swoosh
Nike,
atau
dapat
berupa
verbal
seperti
slogan
Be
Free
Wisconsin.
|