|
32
berusaha
mengaktifkan merek
melalui
pelayanan yang diberikan oleh
karyawannya.
Identitas
Morel
et al
(2002)
mengatakan sebelumnya
bahwa
ada
kemiripan
yang
jelas
antara identitas merek yang didefinisikan Aaker dengan fondasi yang
mendukung
brand
activation (merek
yang
aktif).
Kesamaan
tampak
pada
identitas
dari
brand activation dengan
merek
sebagai
simbol
dari
sisi
identitas
merek. Identitas yang dimiliki oleh sebuah merek membangun citra yang
diinginkan
perusahaan
di
benak
konsumen.
Perusahaan berusaha
untuk
menanamkan identitas
yang
dimilikinya
melalui
logo,
slogan,
visi
dan
misi,
dan
lain-lain sebagainya.
Simbol
yang
melibatkan
rangsangan
visual dapat
diingat
dengan kuat. Setiap gambar atau visual yang kuat
menggambarkan identitas
merek
karena
hubungan antara simbol dan elemen identitas telah dibangun dari
waktu ke waktu (Aaker, 1997, p84).
Komunikasi
Kesamaan
juga
tampak
pada
sisi
komunikasi
dari
brand activation dan
merek
sebagai pribadi
dari identitas merek. Aaker menjelaskan bahwa ada faktor terkait
dan
tidak
terkait
dari
produk
yang
mempengaruhi
persepsi dari
kepribadian
merek. Faktor terkait berasal dari
karakteristik produk, atribut produk, harga dan
paket pendukung. Faktor tidak
terkait berasal dari
gaya periklanan, negara asal,
citra
perusahaan,
identitas
CEO,
celebrity
endorsers, gambaran
pengguna,
sponsor,
usia merek, simbol (Aaker, 1997, p146). Menurut
Durianto et al
(2004,
p41)
pendekatan umum yang
dilakukan
untuk
mengasosiasikan
kepribadian
merek antara lain tipe pengguna produk, demografi, gaya hidup, ciri pembawaan
kepribadian seseorang, iklan, dan slogan. Morel et al (2002) menjelaskan bahwa
perusahaan berusaha melakukan komunikasi untuk
membangun merek,
|