Home Start Back Next End
  
22
terhadap suatu
merek akan
mudah
berpindah
pada
merek
pesaing.
Kecenderungan
inilah
yang sering
menjadi
perhatian
para pemasar akan
keberhasilan
produk yang
ditawarkan.
Pencarian
variasi
dapat
terjadi
pada
pengambilan
keputusan
yang
terbatas.
Perilaku kebutuhan mencari variasi terjadi jika resiko
kecil dan sedikit atau tidak ada
komitmen
terhadap suatu
merek
(Dharmnesta, 2002).
Menurut
Kotler (2005)
beberapa situasi
pembelian ditandai oleh keterlibatan konsumen yang rendah tetapi
perbedaan
antar
merek
signifikan.
Dalam situasi
itu,
maka
konsumen
sering
melakukan peralihan merek.
Pembelian
yang
bersifat
mencari
variasi
didorong
oleh
adanya
ketidakpuasan
atas pembelian yang telah dilakukan, tetapi sifatnya lebih kepada reaksi belanja yang
bertujuan
mengurangi
kebosanan
dengan
membeli merek
merek
baru
dari
suatu
produk (sutisna
2003 : 17) .
kadang –
kadang
perusahan hanya menganggap merek
sebagai
identitas saja
untuk
membedakan
dengan produk
pesaing.
Oleh
karena
itu
perusahaan perlu mempertajam
paradikma tidak hanya memberikan
kepuasan tetapi
lebih mencapai tingkat loyalitas pelaggan. Pembelian produk dengan keterlibatan
rendah, menghasilkan perilaku pengambilan keputusan yang terbatas. Konsumen
kadang - kadang melakukan pengambilan keputusan, walaupun memiliki
keterlibatan
yang  rendah  terhadap  produk.  Hal  ini  akan  mudah  terjadinya  perilaku  mencari
variasi.
Pelanggan yang
melakukan
pembelian
mecari variasi
dalam situasi yang
bercirikan  rendahnya  keterlibatan  konsumen  namun  perbedaan  merek  dianggap
cukup
bararti (kotler
2001
:
222).
Menurut
Sutisna
(2003
:
17)
pembelian yang
sifatnya mencari variasi yaitu
pembelian yang dilakukan
ketika
konsumen melakukan
pembelian
secara
spontan
dan
bertujuan
untuk
mencoba
merek
baru
dari
suatu
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter