|
26
Pelanggan Mie
Instant
di Kabupaten Boyolali).
Penelitian
ini merupakan
penelitian
kausal dengan metode survei, Target populasi
dalam penelitian ini adalah masyarakat
Kabupaten
Boyolali
yang berusia
20-54 tahun
dan melakukan
keputusan
perpindahan
merek
dalam
satu
bulan
terakhir. Sampel
yang
diambil
adalah
400 responden
berdasarkan
rumus
Slovin.
Teknik
sampling
yang
digunakan
adalah non-probability
sampling
dengan
metode
purposive
sampling. Variabel
yang
diteliti
adalah
variabel
Ketidakpuasan
konsumen,
Kebutuhan
mencari
variasi,
Harga,
Atribut
Produk,
Iklan,
dan
Persediaan
Produk sebagai
variabel
independen
serta
Keputusan
Perpindahan
Merek
sebagai
variabel
dependen.
Skala
pengukuran
dengan
skala
likert
5, dan
alat
analisis data dalam
penelitian ini menggunakan regresi linier berganda
(multiple
linear
regression).
Hasil pengujian secara
parsial menunjukkan masing-masing
variabel
independen
berpengaruh
terhadap
variabel
dependen
dengan
signifikansi
5%
Kemudian
pengujian secara
bersama-sama
menunjukkan
bahwa semua variabel
independen
berpengaruh
terhadap
variabel
dependen
dengan
signifikansi
5%.
Koefisien
determinasi 0,607
berarti
variabel
Ketidakpuasan
konsumen,
Kebutuhan
mencari
variasi,
Harga,
Atribut
Produk, Iklan,
dan
Persediaan
Produk
mempengaruhi
Keputusan perpindahan merek sebesar 60,7%.
5.
Penelitian yang
dilakukan
Thias
Arianti
(2008),
meneliti
Keputusan Perpindahan
Merek
Produk
Mie
Instan.
Variabel
yang
digunakan
antara
lain Kebutuhan
Mencari
Variasi
Sebagai
Variabel Moderating, Pengaruh
Ketidakpuasan
Pasca
Konsumsi.
Penelitian ini menggunakan alat secara accidental sampling
dengan mengambil sampel
mahasiswa Universitas
Negeri
Semarang
dengan
responden
berjumlah
100 orang
mahasiswa. Hasil
dari
penelitian tersebut
adalah ketidakpuasan
pasca
konsumsi
berpengaruh
terhadap
keputusan
perpindahan
merek
dan
kebutuhan
mencari
variasi
|