Home Start Back Next End
  
31
2.1.1 
Sejarah
Perkembangan Mutu
Mutu 
telah 
dikenal 
sejak:
empat   ribu 
tahun  
lalu, 
ketika 
bangsa 
Mesir 
kuno
mengukur
dimensi 
batu-batu
yang
digunak:an
untuk
membangun
piramida. 
Pada
zaman
modern, fungsi
mutu
berkembang melalui  beberapa
tahap,
yaitu
:
I.
Inspeksi
(Inspection)
Konsep   mutu 
modern   dimulai  pada
tahun 
1920-an. 
Kelompok
mutu 
yang
utama 
adalah 
bagian 
inspeksi.   Selama 
produksi,
para 
inspektor   mengukur
hasil 
produksi  
berdasarkan  spesifikasi.  Bagian  
inspeksi   tidak:
independen,
biasanya    mereka  
melapor    ke   pabrik.    Hal  
ini  
menyebabkan 
perbedaan
kepentingan. Seandainya
inspeksi  menolak: hasil
satu
alur
produksi 
yang
tidak:
sesuai   mak:a
bagian   pabrik   berusaha  
meloloskannya
tanpa  
mempedulikan
mutu. 
Pada 
masa 
ini  terdapat 
beberapa 
orang 
ahli  di  bidang 
statistik 
yang
antara
lain
Walter
A. Sewhart 
(1924)
yang
menemukan konsep  statistik 
untuk
pengendalian
variabel-variabel
produk, 
seperti 
panjang, 
Iebar, 
berat, 
tinggi
dan
sebagainya. Sedang 
HF
Dodge  dan
HG
Romig  (ak:hir 1920) merupak:an
pelopor    dalam  
pengambilan 
sampel  
untuk  
menguji  
penerimaan  produk
(acceptance sampling).
2.
Pengendalian Mutu
(Quality Control)
Pada  tahun 
1940-an, 
kelompok 
inspeksi 
berkembang 
menjadi 
bagian
pengendalian
mutu. 
Adanya 
perang 
dunia 
II 
mengharuskan
produk 
rniliter
yang   bebas   cacat.   Mutu   produk  
rniliter   menjadi  
salah   satu   faktor  
yang
menentukan
kemenangan
dalam 
peperangan.
Hal  ini
harus
dapat 
diantisipasi
melalui  
pengendalian 
yang   dilak:ukan 
selama   proses   produksi.  
Tanggung
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter