Home Start Back Next End
  
32
memiliki
otonomi
penuh
dan
terpisah
dari
bagian
pabrik.
Para
pemeriksa
mutu
dibekali 
dengan 
perangkat 
statistika 
seperti 
diagram 
kendali 
dan 
penarikan
sampel.
3.  Pemastian  Mutu
(Quality Assurance)
Rekomendasi 
yang 
dihasilkan   dari 
teknik-teknik  statistis 
sering 
kali 
tidak
dapat 
dilayani 
oleh 
struktur 
pengambilan 
keputusan 
yang
ada.  Pengendaliart
mutu
berkembang 
menjadi
pemastian 
mutu 
(quality
assurance). Bagian
pemastian  
mutu   difokuskan  
untuk  
memastikan  
proses   dan 
mutu   produk
melalui   pelaksanaan  
audit   operasi,   pelatihan,  
analisis   kinerja   teknis,   dan
petunjuk  
operasi 
untuk   peningkatan  
mutu. 
Pemastian  
mutu 
bekeJ.ja
sama
dengan 
bagian-bagian 
lain 
yang 
bertanggung
jawab 
penuh 
terhadap 
mutu
kinerja
masing-masing bagian.
4.
Manajemen  Mutu
(Quality Management)
Pemastian    mutu  
bekerja  
berdasarkan    status  
quo,  sehingga 
upaya  
yang
dilakukan 
hanyalah 
memastikan
pelaksanaan 
pengendalian
mutu,
tapi
sangat
sedikit
pengaruh
untuk
meningkatkannya. Karena
itu
untuk
mengantisipasi
persaingan,    aspek   
mutu   
perlu   
selalu     dievaluasi     dan   
direncanakan
perbaikannya melalui
penerapan
fungsi-fungsi manajemen 
mutu.
5.  Manajemen  Mutu
Terpadu
(Total Quality Management)
Dalam
perkembangan
manajemen
mutu,
temyata
bukan
fungsi  produksi 
yang
mempengaruhi
kepuasan 
pelanggan 
terhadap 
mutu. 
Dalam 
hal
ini
tanggung
jawab 
terhadap 
mutu 
tidak 
cukup 
hanya 
dibebankan  
kepada 
suatu 
bagian
tertentu,
tetapi
sudah
menjadi
tanggung  jawab
seluruh
individu
di
perusahaan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter