Home Start Back Next End
  
60
Berkaitan
dengan
pengukuran
karakteristik
kualitas 
baik
pada
tingkat
proses
maupun 
output,
maka  kita
perlu 
membedakan
apakah 
data 
yang 
diukur 
itu
merupakan data
variabel  atau
data
atribut.
(Gaspersz, 2002,
hal.l
04).
-
Data 
variabel  
merupakan
data 
kuantitatif 
yang 
dapat   diukur   dengan
menggunakan
alat
pengukuran tertentu 
untuk
keperluan
pencatatan
dan
analisis. 
Data  variabel 
bersifat 
kontinu. 
Jika 
suatu  catatan 
dibuat
berdasarkan
keadaan 
aktual, 
diukur 
secara 
langsung,
maka 
karakteristik
kualitas
yang
diukur
itu disebut
sebagai
variabel.
Contoh:
diameter
pipa,
ketebalan produk
kayu
lapis,
berat
semen
dalam
kantong,
dan
lain-lain.
-
Data  
atribut  
merupakan  data 
kualitatif 
yang   dihitung  
menggunakan
daftar 
pencacahan
untuk 
keperluan 
pencatatan
dan  analisis. 
Data 
atribut
bersifat 
diskrit. 
Jika
suatu
catatan 
hanya 
merupakan
suatu
ringkasan
atau
klasifikasi 
yang
berkaitan 
dengan
sekumpulan persyaratan
yang
telah
ditetapkan, maka  catatan 
itu
disebut 
atribut. 
Contoh: 
kesalahan 
proses
administrasi
buku
tabungan 
nasabah, 
banyaknya
jenis
cacat
pada
produk,
ketiadaan label
pada
kemasan
produk, dan
lain-lain.
3. 
Pengukuran Baseline Kinerja
(Performance
Basseline)
Sebelurn 
suatu 
proyek 
Six 
sigma
dimulai,   kita 
hams 
mengetahui
tingkat
kineJja    yang    sekarang 
atau  
sering    disebut    baseline   kineJja.    Setelah
mengetahui
baseline
kineJja,
maka
kemajuan
peningkatan-peningkatan
yang
dicapai   setelah   memulai  
proyek 
Six   sigma  dapat
diukur 
sepanjang
masa
berlangsung proyek
Six
sigma 
itu.
Baseline kinerja dalam
proyek
Six
Sigma
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter